--ALFIRA 50--

1.4K 82 3
                                        

" ALDOOO..." Teriak Siska menggelegar di seluruh ruangan. Membuat Aldo yang hendak berjalan keluar rumah Siska langsung menghentikan langkahnya.

" Ada apaan lagi sih?" Tanya Aldo saat Siska sudah berada tepat di hadapannya.

" Maksud loh apaan pake posting foto gue hah!?! Hapus nggak fotonya!?!" Seru Siska murka.

" Owww, soal itu..." Sahut Aldo.

" Yaaa, gapapa. Lagi kepingin aja..." Lanjut Aldo dengan cengiran tidak berdosanya.

" Loh itu ya..."

TING! TING!

Sebuah notifikasi pesan tiba-tiba masuk di Hp Aldo. Dan itu membuat Siska mengurungkan niatnya untuk menyemprot Aldo dengan segala makian yang sudah dia siapkan.

Alfi ( ma pren )

Aldo monyet
Ini gue Juna
Cepetan bege!
Gue, Alfi, sama Naufan udah nungguin daritadi!

Sabar Jun
Gue masih nenangin singa yang ngaum nih...

Segala banyak alasan lu Do!
Loh yang ngajak, loh sendiri yang telat!
Cepetan sekarang kesini!

Iye.

Read.

" Pokoknya ya gue nggak terima loh..."

" Gue duluan Sis." Potong Aldo cepat.

" Assalamualaikum..." Lanjutnya lalu segera berlari keluar rumah Siska sebelum Siska berubah menjadi macan sungguhan dan menerkamnya hidup-hidup.

Sedangkan Siska hanya bisa menggerutu kesal sambil melayangkan pukulan-pukulan bertubi-tubi ke udara kosong.

--ALFIRA--

Saat ini Fira sedang sendirian di ruang rawat inap nya sambil celingukan kesana-kemari memastikan kalau tidak ada orang lain di dalam ruangan.

" Aman..." Gumam Fira tersenyum senang.

Tadi Sari bilang kalau dia harus menemui dokter dan mengambil obat di apotek. Fira langsung menyetujuinya dengan sangat antusias karena dia mempunyai kesempatan bisa berlatih berjalan tanpa diketahui oleh siapapun.

" Sekarang gue pegangan mana ya..." Gumam Fira sambil menengok kanan-kiri.

" Ah, pegangan ini aja..." Sahut Fira senang.

Setelah itu Fira mulai menurunkan kakinya perlahan-lahan sambil menahan sedikit rasa nyeri akibat kakinya yang sudah beberapa hari tidak digerakkan.

" Bisa-bisa. Pasti bisa!" Ucap Fira menyemangati dirinya sendiri.

Saat kakinya menyentuh dinginnya lantai ruangan, tiba-tiba terdengar knop pintu ruangan. Yang artinya akan ada yang masuk ke dalam ruangan.

Fira langsung membeku saat melihat pintu ruangan perlahan terbuka. Fira takut kalau yang masuk itu dokter atau perawat. Bisa-bisa Fira akan menghabis waktu lebih lama lagi di rumah sakit ini.

" Fira?!" Ucap orang yang membuka pintu itu terkejut saat melihat kaki Fira yang bergelantung.

Fira pun menoleh ke arah pintu ruangan dan bernafas lega karena bukan dokter atau perawat yang masuk.

ALFIRA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang