Pukul 11.00...
Saat ini Alvin sedang kebingungan mencari ruangan rawat inap Fira. Tadi dia sudah bertanya ke resepsionis.
Tapi entah Alvin yang salah jalur atau resepsionis itu yang salah memberi arahan, daritadi Alvin tidak sampai-sampai di tujuannya.Malahan, Alvin sudah melewati kamar mayat sebanyak 3 kali.
" Ini sebenernya ruangannya dimana sih? Susah bener nyari nya?!?" Gerutu Alvin.
Drrttt... Drrttt...
Aldo is calling...
" Halo Do. Kebetulan loh telpon. Gue mau tanya, ruangan rawat inap Fira itu di sebelah mana ya? Gue daritadi muter-muter ga ketemu-ketemu..." Ucap Alvin.
" Lah? Loh udah nyampe? Gue mau nawarin loh mau gue anterin apa nggak..." Sahut Aldo.
" Gue udah sampe dari... 20 menit yang lalu." Balas Alvin sambil mengecek jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Tapi daritadi gue nggak nemu-nemu ruangannya Fira." Lanjut Alvin.
" Owww, ruangan Fira itu kalo dari pintu masuk loh belok kanan terus loh naik lift ke lantai 2. Terus loh belok ke lorong sebelah kiri. Ruangannya ada di lorong itu. Loh cari aja, pasti ketemu." Jelas Aldo.
" Okok, thanks Do." Ucap Alvin lalu mematikan telponnya.
" Pantes aja daritadi nggak ketemu-ketemu ruangannya. Toh ruangannya ada di lantai atas..." Gumam Alvin.
" Awas ya tuh resepsionis, gue bejek-bejek entar..." Geram Alvin.
Setelah itu Alvin pun langsung berjalan ke arah lift yang Aldo maksud tadi.
--ALFIRA--
" Ruangan nomer 203..." Gumam Alvin sambil meneliti setiap pintu ruangan.
" Ini dia..." Ucap Alvin senang.
Ceklek.
" Assalamualaikum..." Ucap Alvin sambil membuka pintu ruangan perlahan.
" Waalaikumsalam..." Sahut Sari sambil berdiri dari duduknya.
" Eh, ada Alvin..." Ucap Sari mempersilahkan Alvin masuk.
Alvin hanya membalasnya dengan anggukan kepala yang sedikit canggung.
Apalagi setelah melihat kondisi Fira sekarang, rasanya Alvin tidak punya keberanian untuk mengajak gadis itu bicara.
" Ma..." Panggil Fira.
" Iya?" Sahut Sari.
" Ra boleh ke taman sekarang kan?" Tanya Fira.
" Oh, boleh kok." Jawab Sari.
" Alvin, Tante titip Fira ya. Dia mau ke taman rumah sakit katanya..." Sahut Sari.
" Oh, iya Tante..." Balas Alvin.
" Dan Ra, kamu harus inget apa kata dokter. Kamu nggak boleh jalan dulu untuk 1 bulan ke depan. Kamu juga kan ngeluh sakit kakinya tadi..." Ingat Sari.
" Iya Ma..." Balas Fira. Meskipun dia sedikit kecewa karena kakinya masih sakit.
Sari hanya tersenyum ramah ke arah Alvin. Setelah itu Sari pun membantu Fira untuk duduk di kursi roda yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
" Ayo Vin." Ajak Fira.
" I-iya." Balas Alvin gugup.
" Kita ke taman dulu ya Ma..." Pamit Fira.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFIRA (COMPLETED)
Teen Fiction(Sequel DEVANO) Masih ingat dengan Vano dan Deva? Yap! Ini adalah kisah tentang anaknya. ~ Alfiano Praga Alfarel ~ Cowok berpostur tubuh atletis itu mewarisi ketampanan dan kepintaran dari kedua orang tuanya. Selain itu, cowok yang akrab disapa Alf...
