" Karena gue masih punya 2 kejutan lainnya..." Lanjut Alfi.
" 2 kejutan?" Sahut Fira dibuat menganga.
" Iya." Balas Alfi.
" Kejutan ap..."
Belum selesai Fira bicara, Alfi sudah menggandeng tangannya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Ceklek.
" Lho? Kok gelap?" Tanya Fira bingung sambil meraba-raba dinding. Mencari saklar lampu.
" Ikut gue." Ucap Alfi lalu membawa Fira untuk ikut bersamanya.
" Eh, bentar-bentar Al! Gue nyalain dulu lampunya!?!" Gerutu Fira. Tapi tidak dihiraukan oleh Alfi.
Saat Fira masih digandeng oleh Alfi dan berjalan di tengah kegelapan, tiba-tiba lampu ruang tamu itu menyala.
Bukan itu saja. Saat lampu ruang tamu itu menyala, Fira dapat melihat dengan jelas kalau ruang tamu rumahnya sudah didekorasi dengan sedemikian rupa.
Fira menatap sekelilingnya dengan tatapan takjub sekaligus bingung dan tidak percaya.
" Siapa yang dekor..." Gumam Fira sambil menatap sekelilingnya.
" Ini hadiah kedua buat loh!" Sahut Alfi lalu melambaikan sekilas tangannya.
" Ini hadiah dari kita semua..." Lanjut Alfi.
Fira langsung menoleh ke arah Alfi dan menatapnya bingung. Sampai tiba-tiba...
PROK! PROK! PROK!
Suara riuh tepuk tangan membuat Fira mengalihkan perhatiannya dari yang semula menatap ke arah Alfi, jadi menatap ke arah sumber suara.
" HAPPY BIRTHDAY FIRA!!!" Ucap Tio, Sari, Siska, serta disusul Alvin, Naufan, Juna, dan Aldo berbarengan.
Fira memandang ke arah keluarga dan teman-temannya dengan mata yang berkaca-kaca.
" Ka-kalian..." Gumam Fira dengan perasaan yang sangat bahagia.
" Ayo, tiup dulu lilinnya..." Ucap Sari lalu berjalan ke arah Fira sambil membawa kue ulang tahun.
" Make a wish dulu..." Ingat Sari saat Fira hendak meniup lilin ulang tahunnya.
Fira pun menganggukkan kepalanya dan memejamkan matanya. Memulai make a wish nya.
" Sebutin nama gue juga di make a wish nya..." Bisik Alfi pelan. Sangat pelan, sampai-sampai tidak ada yang menyadari kalau Alfi sedang membisikkan sesuatu kepada Fira.
Tapi untungnya Fira masih bisa mendengar dengan jelas apa yang Alfi bisikkan. Tapi dia tidak memberikan respon apapun.
Meskipun, tanpa Alfi minta padanya, Fira sudah pasti menyebutkan namanya di dalam doa-doanya.
" Udah." Ucap Fira sambil membuka matanya. Setelah melakukan make a wish.
" Sekarang tiup lilinnya..." Sahut Sari sambil mengarahkan kue ulang tahunnya ke arah Fira.
Fira pun langsung meniup lilin itu dengan senyuman terbaiknya. Serta dengan perasaan yang sangat bahagia.
PROK! PROK! PROK!
Semua orang bertepuk tangan setelah Fira meniup lilin ulang tahunnya dan mulai memotong kue nya.
" Potongan pertama ini, buat Mama sama Papa..." Ucap Fira lalu menyuapi Sari dan Tio bergantian.
Semua orang yang ada disana tersenyum bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Fira.
--ALFIRA
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFIRA (COMPLETED)
Teen Fiction(Sequel DEVANO) Masih ingat dengan Vano dan Deva? Yap! Ini adalah kisah tentang anaknya. ~ Alfiano Praga Alfarel ~ Cowok berpostur tubuh atletis itu mewarisi ketampanan dan kepintaran dari kedua orang tuanya. Selain itu, cowok yang akrab disapa Alf...
