--AlFIRA 60-- (End)

2.2K 89 8
                                        

Saat ini Alfi dan Fira sudah sampai di tempat tujuan dengan selamat sentosa, menghantarkan bangsa...
(Maaf, author kumat:v)

" Ayo turun!" Ajak Alfi lalu segera turun dari mobil. Dan hanya dibalas anggukan pasrah oleh Fira.

" Ayo!" Seru Alfi lalu segera menggandeng tangan Fira dan berjalan dengan cepat.

" Alfi! Pelan-pelan..." Gerutu Fira sambil berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Alfi. Meskipun sulit.

" Udah ga ada waktu lagi..." Balas Alfi. Masih terus berjalan dengan cepat.

" Alfi, astaga! Kita ngapain di atas kap...al." Getutuan Fira tertelan begitu saja dan hanya tersisa rasa tercengang saat melihat pemandangan dihadapannya.

Pemandangan hamparan laut dengan langit berwarna jingga yang terlihat seperti lukisan di atas kanvas.

Sebuah senyum tipis merekah di bibir Alfi saat melihat Fira menatap hamparan laut dengan tatapan takjubnya.

" Alfi." Panggil Fira. Tanpa menoleh ke arah Alfi.

" Hm." Balas Alfi.

" Ini yang loh maksud soal hadiah ke 3 loh? Cantik banget pemandangannya..." Tanya Fira sambil menoleh ke arah Alfi.

Alfi hanya menjawabnya dengan anggukan sekaligus gelengan. Yang membuat Fira bingung sendiri.

" Ini memang tempat yang gue maksud. Tapi gue ngajak loh kesini bukan cuma buat liat pemandangan doang." Jelas Alfi.

" Terus, mau ngapain lagi?" Tanya Fira.

Alfi tidak menjawab pertanyaan dari Fira. Melainkan Alfi meraih kedua tangan Fira perlahan-lahan yang membuat Fira menghadap ke arahnya dan menatap kedua manik matanya lamat-lamat.

" Gue gatau harus ngomong kayak gimana ke loh. Tapi gue harap, loh bisa liat keseriusan gue lewat mata gue." Batin Alfi sambil terus menatap manik mata Fira lamat-lamat.

" Alfi." Panggil Fira.

Alfi hanya diam tidak menyahuti panggilan Fira dan terus menatap manik mata Fira dalam diam.

" Ke-kenapa gue rasa, ada sesuatu yang serius yang mau loh ucapin ke gue lewat mata loh?" Tanya Fira dengan nada yang sangat pelan.

Sebuah senyum kecil terbit di bibir Alfi. Sebuah senyuman senang, bahagia, serta lega. Dia merasa lega karena Fira bisa melihat keseriusan di matanya.

" Iya, memang ada sesuatu yang mau gue ucapin ke loh." Jawab Alfi.

" Apa? Ucapan selamat ulang tahun lagi?" Tanya Fira.

" Bukan, lebih dari itu." Jawab Alfi.

" Terus ap..."

Ucapan Fira terhenti karena Alfi sudah menutup mulut Fira menggunakan tangannya.

Alfi pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya  perlahan.

" Alfi! Loh pasti bisa!" Batin Alfi menyemangati dirinya sendiri.

Perlahan-lahan pun Alfi menurunkan tangannya yang menutup mulut Fira. Dan berganti memegang pundak Fira dengan nafas yang memburu.

" Ada apa?" Tanya Fira bingung.

" Fira, dengerin gue..." Ucap Alfi.

" Iya, gue dengerin." Balas Fira.

Sekali lagi, Alfi menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan lalu segera menatap kedua mata Fira.

Entah kenapa, tapi rasanya sangat sulit mengungkapkan perasaan pada Fira. Padahal Alfi sudah menyiapkan kata-katanya selama perjalanan tadi.

Tapi begitu sampai disini, berhadapan langsung dengan Fira, tiba-tiba semua kata-kata yang dia siapkan menghilang entah kemana.

ALFIRA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang