--ALFIRA 52--

1.3K 85 1
                                        

Tubuh memang pernah salah bersandar. Tapi hati tidak pernah salah memperjuangkan...

~ Alfira ~

--ALFIRA--

Saat ini Fira sedang duduk bersandar di ranjangnya sambil melihat layar Hp nya dan tertawa geli.

" Ra, ini donatnya Mama taruh sini ya. Nanti kalo Ra mau donat, Ra tinggal ambil." Ucap Sari sambil menaruh donat di atas meja sebelah ranjang Fira.

" Iya Ma." Balas Fira sambil tertawa geli.

Sari pun mengerutkan keningnya bingung melihat Fira yang tertawa geli seperti itu.

Apa ada yang lucu?

Terkadang Sari dibuat bingung dengan sikap Fira yang tiba-tiba jadi aneh seperti ini.

" Ra, kamu gapapa?" Tanya Sari khawatir.

" Ra gapapa Ma." Jawab Fira masih dengan sisa-sisa tawanya.

" Terus kenapa ketawa? Ada yang lucu?" Tanya Sari bingung.

" E-eh? E-enggak kok, Ra cuma lagi liat video lucu aja hehe..." Jawab Fira berbohong.

Padahal, sedari tadi Fira tertawa karena membayangkan bagaimana wajah cemas Alfi saat membaca pesan singkat darinya.

Ya, tadi Fira memang menjahili Alfi dengan bilang kalau kakinya tidak bisa digerakkan. Tapi Fira melakukan itu karena dia merasa bosan duduk sendirian di atas ranjangnya.

" Yaudah kalo gitu Mama mau ke..."

BRAK!

Suara pintu dibuka paksa itu mengagetkan Fira dan Sari tiba-tiba. Sari sampai mengelus dadanya karena terkejut.

" Alfi, Tante kira siapa..." Sahut Sari sambil geleng-geleng kepala.

" Eh? Tante kok..." Gumaman Alfi terhenti saat melihat Fira terkekeh geli melihatnya.

" Ini gue dikerjain apa gimana?" Batin Alfi bingung.

" Ada apa?" Tanya Sari bingung.

" Emmm, gapapa Tan." Jawab Alfi sambil menggaruk tengkuknya.

" Tadi kakinya Fira nggak bisa digerakin?" Tanya Alfi memastikan.

" Hah? Tadi kaki kamu nggak bisa digerakin Ra?" Tanya Sari yang langsung menoleh ke arah Fira dengan wajah khawatirnya.

" Eh? E-enggak kok Ma. Kaki Ra baik-baik aja..." Jawab Fira gelagapan.

Alfi melotot tajam ke arah Fira yang malah menyengir tidak berdosa ke arahnya.

" Fira nggak kenapa-napa kok Al..." Sahut Sari kembali menatap Alfi.

" Oh, yaudah kalo gitu saya permisi dulu Tante..." Pamit Alfi lalu hendak bersalaman dengan Sari.

" Eh, kamu disini aja temenin Fira. Tante mau ngurus kepulangan Fira. Soalnya di depan Papanya udah nungguin..." Ucap Sari.

" Ta-tapi..."

" Udah, cuma sebentar kok." Potong Sari.

" Tante tinggal dulu ya..." Lanjutnya lalu berjalan keluar dari dalam ruangan. Meninggalkan Alfi dan Fira sendirian.

--ALFIRA--

Pukul 17.00...

Sejak tadi suasana di dalam ruangan sangat sunyi. Antara Alfi maupun Fira, tidak ada yang membuka suara.

ALFIRA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang