Selalu ada akhir dalam sebuah perjalan, akhir yang menyenangkan maupun menyakitkan
________________________________
Suara getaran pintu kamar terdengar jela, edria langsung buru buru memastikan bahwa alaska sudah pulang, benar saja alaska memasuki kamar tersebut dengan raut wajah yang sulit di gambarkan. edria melangkah masuk mengikuti jejak alaska. alaska duduk di sofa panjang balkon sambil menghisap satu batang rokok yang terselip di jari manisnya.
Alaska menydari edria masuk dia tak memperdulikan nya pria tsrsebut benar bener acuh tak acuh dengan sekitarnya. edria duduk di sebuah kasur sambil menghadapkan diri ke arah alaska.
"Gimana, pertemuan lo?" tanya nya.
"Ya gitu"
"Gitu gimana"
"aileen pasti cerita kan ke lo" balas alaska terus menghisap sisa rokokya.
edria terdiam, memang aileen menceritakan semuanya tetapi edria sangat ingin mendengarkan langsung dari mulut kakanya tersebut.
"kaaaa" rengek edria.
"Lo gamau baikan sama gleen?"
"ga sudi gue"
"Denger ya, lo gabisa egois, mungkin gleen emang dan lo pasti udah denger juga kan alesan dia, hidup itu hukumnya "saling" kalo di antara lo berdua ga ada yg bersikap lebih dewasa, mau sampe kapan permusuhan itu terlaksana?" tegas edria sambil meninggalkan kamar kakanya tersebut.
Edria tidak memaksa alaska meminta maaf lebih dahulu, edria sangat mengerti perasaan kakanya saat ini, tidak salah untuk apa meminta maaf, tapi edria jauh memikirkan abang satu satunya tersebut agar hubunganya dengan gleen baik otomatis dia bakal sama sama dengan ibu kandungnya.
"lo ga di anterin alaska?" tanya eartha.
"anter, tp dia ga sempet mampir dia cuma nitip salam buat abang"
"ohhh bilangin main kesini ke dia, sana lo mandi keringetan tu bau"
"banggg"
"menurut lo alaska serius ga sih ama gue?"
"hmm, serius serius aja sih, lagian abang kan sering bilang alaksa itu org nya tulus sekalinya suka ama cewek"
"gue jahat ya udh lebih milih gleen dulu"
Eartha meyakinkan aileen bahwa yang berlalu biarlah, sebab hidup tidak ada guna nya jika selalu menengok ke belakang, alur dan kisah yang sudah terjadi simpanlah dan jadikan pembelajaran di kemudian hari.
Aileen kemudia berjalan memasuki kamarnya, dan membantingkan badanya ke kasur berwarna pink. dia menatap langit langit kamarnya, lamunan nya hanyut membayangkan sosok alaska yang tidak ia kenal, sosok bijak dalam berbicara, dia tersadar mencintai tidak hanya di dasari oleh perasan sayang, tetepi harus ada perasaan nyaman, ya aileen sudah mulai nyaman dengan sosok alaska.
Dia tersadar bahkan sama sekali tidak menyesal pernah menjalani sebuah hubungan, dari sepenggal kisahnya kemarin dia sudah banyak mengambil pelajaran.
Alaska arkana
Good night.
Aileen langsung mengambil handphonenya dan layar notification dadi locksreen nya menampilkan satu pesan singkat dari alaska. cowo itu memang dasarnya tidak ada romantis tp sikap sedikit cuek nya membuat aileen gemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alaska
RomansaTuhan selalu menghadirkan luka sekaligus bahagia, karena manusia hanya menjalakan irama dari sang pencipta. "Andai manusia bisa mengatur hati untuk suka kepada seseorang? mungkin gue gaakan terus mengejar lo?" Terkadang manusia memang begitu dia yg...
