Suasana di ibu kota sangat fanatik terhadap kemacetan,mau berangkat sepagi apapun tetaplah bakal terjebak wabah kemacetan ibu kota.
Glen telah menelfon Aileen jika dia tidak bisa menjemputnya akibat harus mengantar adiknya yang bersekolah di sma madya, Aileen baru mendapat telfon tepat jam 06,33 dia psti akan terlambat.
Aileen berpamitan kepada kedua orang tuanya,lalu mengambil tas berwarna hitam dan keluar dari gerbang rumahnya, lalu berjalan menuju halte depan rumahnya.
Lalu setelah menunggu 10 menit aileen menaiki bus, sepertinya nasib sial memang selalu datang menghampirinya.
"Sial banget sih hari ini" decak aileen sambil menaiki bus.
Aileen memasangkan earpone nya dan mengikat rambutnya mengunakan jedai, tiba tiba bus yang aileen naiki terhenti, dan menurunkan penumpang karena akan memutar arah, dan otomatis tidak melewati sma antariks.
Aileen turun dari bus dengan muka yang sangat kesal dan kusam, dia membuka jedainya lalu menunggu di halte yang ia turunkan, macet ibu kota memang meresahkan ny,rasany aileen ingin pindah ke planet mars.
"bang bisa jemput ga, aileen ada di halte kencana macet banget" ucap aileen kepada eartha.
"Abang gabisa,abang ada meating jam 8 nanti abang suruh alaska jemput kamu" balas eartha sambil memutuskan sambungan telfonya.
"Sial" kalimat itu yang bisa aileen ucapkan saat ini.
Alaska sedang mengendarai motor klx nya, dia menepi karena mendapat telfon, ternyata dari eartha, dia bingung ada apa eartha menelfonnya.
"hallo, las" kata eartha,di balik telfon.
"iya bang apa" balas alaska, sambil melepas helm nya.
"lo lagi dimana, gue bisa minta tolong ke lo ga?" pinta eartha.
"lagi mau otw sekolah bang,iya apa?"
"lo bisa jemput aileen ga, dia di turunin di halte jalan kencana"
"iya bang bisa, ini juga ga jauh dari jalan kencana"
"makasih ya las, gue harap lo jadi sama ade gue" ucap eartha, akan tetapi hal yang di ucapkan oleh eartha hanyalah bayangan dan mungkin tidak pasti.
Alaska memakai helm nya kembali dan menyalakan klx nya,lalu melaju kencang menuju Halte kencana, Alaska memberhentikan klx nya di depan halte, seorang cewe yang sangat familiar tengah duduk menundukan wajahnya sambil mendengarkan erpone, lalu alaska melakson membuat gadis yang sedang melamun menyadari kehadiran alaska.
"naik" ucap alaska dengan nada khasnya,sifat dingin dari pria tersebut sangat melekat di dirinya.
Aileen menghampiri lalu menaiki motor klx alaska, jam menunjukan pukul 07,04 menandakan bell masuk sekitar 11 menit lagi, alaska membawa motor dengan sangat cepat.
Aileen menyadari hawa dingin sedang melanda, dia mulai mencairkan suasana, sebab jika bukan dia mana mungkin cowo dingin seperti alaska mau menyapa nya terlebih dahulu, sungguh mustahil pikirnya.
"Ka ko lo mau sih bareng sama gue?" tanya alaska.
"padahal kan gue jahat ya ama lo ka ?" sambung aileen, tak ada jawaban hanya suara derungan motor dan bunyi klasok yang berirama.
Satu detik
dua detik
tiga detik
empat detik
lima detik
Alaska masih bungkam,setelah 5 detik terlewat pria tampan itu baru membukakan suara.
"lo jahat,karena gue suka lo dimata gue lo baik" balas alaska, sambil mengendarai klxnya.
Aileen diam,bibirnya serasa kelu menjawab balasan dari seorang alaska arkana, mereka sampai di sma antariksa stu menit sebelum bell.
Alaska sengaja menurunkan aileen sebelum gerbang,dia tak mau aileen mendapatkan cibiran dari satu sma mengenai dirinya.
Aileen mengerti ia langsung turun lalu berjalan kecil, dan menengok kebelakang.
"makasih ka" ucap aileen.
❄️❄️❄️
Alaska memasuki kawasan sma antariksa, Rael alano dan shania sudah menunggu di depan koridor, Alaska memasuki koridor dan di sambut oleh The most wanted sekolah, itulah julukan Geng mereka.
"lo lama banget sih las" cibir shania.
Alaska tak membalas dia hanya mengacak ngacak rambut shania membuat shania geram, mereka berjalan menuju kelasnya masing masing di sepanjang perjalan semua pasang mata yang melihatnya menunduk tak ada yang berani.
Shania satu kelas dengan alaska, dia duduk di bangku sebelum alaska, shania memutarkan badanya menghadap ke bangku alaska.
"alaska" kata shania.
"hm" balas alaska sambil memainkan handponenya.
"lo kenal Sama sean ga,anak sma bakti kencana?" tanya shania sambil duduk menghadap alaska.
"kenal?" balasnya singkat.
"irit banget ngomong si" cibir shania.
"serius?" sambung shania.
"serius shan,lo suka?" tanya alaska, pria tersebut sangat tidak suka bertele tele dia langsung to the point.
"hehe, iya menurut lo dia gimana?" tanya kembali shania serius.
"gabaik buat lo,jauhin dia" balas alaska.
"tapi kan dia,bisa gue rubah, ko lo bilang jauhin dia sih las" balas shania kecil.
"pilihanya ada di lo, kalo lo mau terluka lo bisa sama dia kalo lo mau hidup bahagia jauhin dia, simpel kan?" balas alaska dengan raut wajah tegas dengan dinginya.
"Tapi gue yakin ko dia bisa berubah"
"sifat manusia itu ga kaya es shan, yang diberi kehangatan bisa melunak dan mencair gitu aja, mungkin kalo dia mau berubah dengan kemauanhan diri sendirinya itu bisa terjadi tapi jika berubah karena lo, lo mimpi" cibir alaska sambil kembali fokus kepada hanponenya.
Shania diam,
Apa yang di katakan cowo tersebut adalah benar,alaska memang cowo yang sangat realitas tidak mau berangan-angan.
apa yang keluar dari mulut pedasnya semuanya benar, perkataan tajam yang menurut semua orang menyakitkan tetapi menurut alaska itu adalah cara agar membangkitkan.
Walaupun caranya terdengar salah,
HALLO GAIS JANGAN LUPA VOTE,COMENT
AND SHARE CERITA INI DAN JANGAN LUPA SELALU BACA YA🖤🖤🖤🖤
FOLLOW INSTAGRAM AUTHOR AGAR KALIAN BISA LEBIH DEKAT DENGAN AUTHOR @iniirwann
SALAM
ALASKA❄️
KAMU SEDANG MEMBACA
Alaska
RomansaTuhan selalu menghadirkan luka sekaligus bahagia, karena manusia hanya menjalakan irama dari sang pencipta. "Andai manusia bisa mengatur hati untuk suka kepada seseorang? mungkin gue gaakan terus mengejar lo?" Terkadang manusia memang begitu dia yg...
