49; Bilangnya on time

138 9 1
                                        

aqilla dan edria memasuki perpus, mereka mengelengkan kepala kepada pasangan baru bicin, bagaimana tidak, alaska menunggu sambil menatap aileen yang sedang sibuk membaca novel.

"najis ih bang lo bucin aja" kata edria.

Alaska dan aileen langsung mengarahkan wajah kepada asal suara.

"yagitu ed, kaya yg lo engga ajaa" saut aqilla.

"tapi gue ga segini anjirr"

"sirik aja lo" samber alaska.

pria tersebut berdiri dan melangkah keluar dari perpustakaan tersebut,kemudian edria dan aqilla duduk di tempt alaska tadi.

"lo jadi jalan bareng ka rael ed?" tanya aileen. edria menganguk.

"jadi, tp gue bt ama dia hari ini, kaya kepaksa gituu"

"kenapa kepaksa? ada urasan kali ka rael?

"iya sih ada urusan, NGEHIBUR SHANIA YG LAGI BERANTEM SAMA EMANYA" celoteh edria.

"HAH BERARTI GUE AMA ALANO GAJADI JALAN JUGA DONG" sambar aqilla.

Mereka benar benar milenial bucin garis keras, bahkan aileen sekalipun jika mengenal cinta dia sosok yang sangat bucin, jiwa takut dan tidak bisa hidup sendiri itu yang jika mempunyai pacar harus selalu ada di sampingnya.

"gais, bentar lagi kelulusan loh" ujar aileen.

"2 bulan lagi ya, masih lama" celetuk edria.

"bentar anjirr kita aja ga kerasa udah mau kelas 11 aja"

"alaska nanti kuliah kemana ya, satuan lagi cepet tauuu" kata aileen.

"katanya sih gamau kuliah"

"hah, seganteng alaska gamau kuliah, lo kan berkecukupan anjirrr ed masa gamampu sih"

Kata kata aqilla dan kelemotanya membuat edria muak hingga spontan menepuk jidat aqilla dengan buku yang di pegang aileen.

"ya ga gitu juga konsepnya aqillaaa" sambung aileen.

"iya lo anjir, kata bokap gua sih dia harus kuliah di aus tapi nyokap gue sih lebih ke gimana maunya alaska, tapi kata gua ga kuliah siih"

"terus dia nau jadi alumni gabut entar, sayang ganteng ganteng ngangur"

"aqilla plis gue belom beres ngomong ya, Dia mau pelatihan pilot, pelayaran atau tentara gua gatau"

"oh bukanya bilang dari tadi, terlalu nerbelit lo,lol"

"yah"

"kenapa, yah gabisa ketemu terus yaah, sabar masih ada setaun lebih hahaha masii lama" ledek edria.

shania moodnya benar benar kurang baik, alano dan rael terus menghiburnya, alaska menghampiri meja mereka dan duduk di samping shani.

"kenapa lo?" tanya alaska.

Shania tak menjawab dia fokus kepada handphonenya, alano dan rael memberi kode jika shnia sedang ribut dengan keluarga nya terutama ibunya.

alaska meminum ice coklat shania, gadis itu tidak memperdulikan alaska padahal shania sangat sensitif jika makananya di ambil tanpa perizinanya, alaska kemudian mengambil tas make up shania, dan tetap shania tidak menangapi.

AlaskaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang