Assalamualaikum semuanya. Alhamdulillah bisa update Mariposa 2 lagi. Maaf ya dari minggu kemarin bisanya update 2 minggu sekali.
Dan kemungkinan aku usahain kalau nggak seminggu sekali ya dua minggu sekali yaa. Sampai kondisiku benar-benar membaik, aku usahakan untuk bisa update Mariposa 2 ya.
Sekali lagi maaf yaa kalau updatenya agak lama. Semoga kalian selalu suka dan selalu baca Mariposa 2 yaa Aminnn ^^
Dan, selamat membaca semuanyaa ^^
*****
Tanpa disadari, Rian, dan Iqbal langsung menolehkan kepala mereka, mengikuti arah cewek itu berjalan. Kening mereka mengerut, menunjukkan rasa penasaran mereka. Glen yang bingung pun ikut-ikutan menoleh ke cewek itu.
"Wajahnya familiar banget, pernah ketemu dimana ya?" lirih Rian masih berusaha keras memutar otaknya.
"Mana saya tau, saya kan Glen," gerutu Glen ngaco.
Rian langsung memberikan tatapan tajam ke Glen, cowok ini selalu saja ada bahan gila di otaknya. Rian ragu bahwa Glen memiliki otak yang sama seperti manusia normal lainnya.
Detik berikutnya Rian kembali menatap ke arah cewek tersebut yang tengah memesan minuman di kasir. Glen menghela napas kasar, lelah menunggu teman-temannya itu berpikir.
"Mau gue yang nanyain nih biar nggak pada penasaran siapa cewek itu?" tanya Glen dengan wajah santainya.
"Nggak perlu," tolak Rian dan Iqbal cepat.
Namun bukannya menuruti jawaban Rian dan Iqbal, Glen dengan beraninnya langsung beranjak mendekati cewek dengan dandanan nyentrik tersebut. Seolah ia ingin membantu dua temannya mendapatkan jawaban dari rasa penasaran mereka.
Rian dan Iqbal hanya bisa mendesis kasar dan bersiap untuk menahan malu mereka akibat ulah Glen. Mereka berdua ingin beranjak kabur tapi tertahan dengan rasa penasaran mereka. Entahlah, tidak biasanya mereka berdua penasaran seperti ini. Hanya saja, mereka merasa memang seperti mengenal cewek tersebut.
Rian dan Iqbal pun akhirnya memilih masih diam ditempat melihat kelakuan gila Glen.
****
Glen berdiri tepat di belakang cewek tersebut, kemudian tanpa takut sedikit pun, Glen langsung menepuk pelan bahu cewek itu membuat cewek tersebut sedikit terpelonjat dan langsung menoleh ke belakang, melihat Glen dengan bingung.
"Nama lo siapa?" tanya Glen tanpa basa-basi.
Kening cewek itu mengerut. Memilih diam, tak langsung menjawab.
"Nama lo siapa?" ulang Glen tak menyerah.
"Mau kenalan?" tanya cewek itu akhirnya buka suara, raut wajahnya masih menununjukkan kebingungan.
Glen menggeleng cepat, Ia langsung menunjuk ke Rian dan Iqbal.
"Dua teman gue ngerasa pernah kenal sama lo, karena gue nggak mau menambah beban pikiran mereka, gue bantu tanya langsung ke lo," jelas Glen sangat jujur.
Cewek tersebut mengikuti telunjuk Glen, ia melihat Rian dan Iqbal. Kening cewek tersebut semakin tertaut, memperhatikan Rian dan Iqbal baik-baik. Ia terdiam lama, mengamati kedua cowok yang berdiri canggung sembari menatapnya dengan raut tak kalah canggung.
"Nama kalian siapa?" tanya cewek tersebut penasaran.
Glen menoleh ke Iqbal dan Rian.
"Sebelah kanan Iqbal, sebelah kiri Rian dan gue Glen," jawab Glen dengan polosnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARIPOSA 2
Fiksi RemajaMariposa kini selalu bersamanya. Mariposa selalu memencarkan keindahannya. Namun, sampai kapan Mariposa selalu bisa bersamanya? Sampai kapan Mariposa akan selalu indah? Apakah Mariposa tetap terlihat indah jika dia pergi? Mari kita mulai perjalanan...
