PART 49

223 17 5
                                        


[London, beberapa tahun lalu]

Gabriel baru saja pulang dari luar kota untuk menemui calon kolega HG Company. Walaupun belum ada kepastian dari petinggi calon kolega-koleganya itu, namun ia sudah berjuang untuk membangkitkan kembali perusahaan ayahnya yang saat ini sedang menurun. Di bantu Bimantara dan petinggi-petinggi HG Company lainnya, Gabriel sedikit demi sedikit mengerti bagaimana cara mengelola perusahaan seperti apa yang dilakukan ayahnya selama ini. Setiap hari ia berharap apa yang dilakukannya ini tidak akan mengecewakan kedua orangtuanya di 'sana'.


Saat perjalanan pulang, Gabriel juga merasakan kecemasan di hatinya. Bukan hanya karena masalah perusahaan tapi juga soal Ify. Minggu ini adalah jadwal Ify untuk menjalani therapy nya. Di luar kesibukannya dalam menajalani perkuliahan layaknya mahasiswa biasa, tujuan Ify ke London juga untuk menjalankan therapy untuk mengembalikan ingatannya dan menyembuhkan rasa panik ketika mengendarai mobil akibat kecelakaan besar yang menimpanya.


Saat Gabriel sudah memasuki apartemen mereka, ia mendengar suara jeritan dari kamar Ify. Gabriel pun langsung lari menuju kamar Ify untuk mengecek keadaan wanita itu. Betapa terkejutnya ia melihat kamar Ify sudah berantakan, barang-barang milik Ify pun sudah bertebaran di mana-mana.


"Ify!" Gabriel langsung menghampiri dan berusaha mencegah Ify yang sedang berusaha membuka jendela menuju balkon kamarnya.


"Lepasiiin!!! Ify lebih baik mati sajaaa!" teriak Ify melawan Gabriel yang berusaha menghentikannya


"Jangan fyyy!! Kakak mohooon!!!"


"Tante sama om saja pergi, Ify harusnya juga pergi menyusul merekaaa!!!" Ify mendorong tubuh Gabriel, dan berusaha kabur untuk dapat meloncat dari balkon apartemen mereka.


"IFY!!! Kamu gak boleh menyusul mereka fy!! Kamu harus tetap disiniiii" Gabriel mengerahkan segala kekuatannya untuk menarik Ify agar tidak meloncat dari pagar balkon apartemen mereka. Gabriel pun menarik tangan Ify dengan kuat dan membuat mereka berdua akhirnya jatuh ke lantai dan dengan sigap Gabriel langsung memeluk Ify agar ia tidak bisa bangun dan mencoba untuk melompat kembali.


"Lepasin kak Iyeeeel!! Ify harus pergiiiiiii, tante sama om pergi menyelamatkan Rio! Ify juga harus menyusul merekaaaa!!!!" Ify masih berusaha berontak


"Kamu gak perlu menyusul mereka!! Kakak mohon fyyyy!!"


"Rio bagaimana kak iyell! Semua salah Ifyyyy!!" Ify menangis di dalam dekapan Gabriel. Gabriel membiarkan Ify menangis dalam dekapannya asalkan Ify tidak berontak kembali seperti tadi.


Mulai saat itu, Gabriel akan mengosongkan jadwalnya saat Ify harus menjalankan therapy nya itu. Dan reaksi nya selalu sama, setiap malam Ify akan terbangun dan menjerit seperti melihat mimpi buruk yang membuatnya teringat kembali dengan kecelakaan yang menimpanya itu namun keesokan paginya Ify sama sekali tidak mengingat bahwa ia menjerit dan berusaha untuk mengakhiri hidupnya. Gabriel bertanggung jawab atas keselamatan Ify untuk saat ini karena disini tidak ada lagi keluarga maupun kerabat yang mengenal mereka di negeri yang jauh dari Indonesia ini.

Remember MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang