PART 34

441 53 4
                                        

Seorang pria berjalan dengan gagah menyusuri lorong sebuah apartemen dengan ditemani 3 bodyguard yang senantiasa menemaninya. Dengan santainya ia menekan password di pintu apartemen dan segera memasuki ruangan tersebut.


"Tina!" 


Pria tersebut, Adi Darmawan. Ia memanggil anaknya ke seisi ruangan namun Tina tidak menunjukkan batang hidungnya. Ia dan istrinya sedikit khawatir karena anaknya sudah tidak pulang kerumah selama beberapa hari. Karena istrinya selalu merindukan anak semata wayangnya itu, Adi Darmawan memutuskan untuk mengecek ke apartemen yang ia siapkan untuk Tina dan James ketika mereka menikah nanti.

"Nyonya Tina tidak ada di seluruh ruangan pak. Barang-barangnya pun sudah tidak ada" ujar salah satu bodyguard Adi.


Adi terlihat kesal. Kemana anaknya itu pergi. Padahal ia sangat membutuhkannya sekarang ini. Ia pun mencoba menghubungi putrinya itu namun hasilnya..... nihil. Sepertinya ia sengaja mengganti nomornya.


"Sekarang kalian lacak nomor telephone Tina sampai ia ketemu, mengerti!"


Bodyguardnya langsung menjalankan perintah. Adi Darmawan duduk di salah satu sofa ruang tamu yang megah itu.



"Hah, sekarang kamu benar-benar mencoba perang melawan ayahmu sendiri? Ternyata gertakan langsung sudah tidak mempan lagi...."


------------------------------------------------------------------

Ify menuruni anak tangga menuju meja makan. Beberapa hari ini ia menginap di rumah orangtuanya karena sudah tidak ada kelas lagi di kampusnya.


"Pagi ma, pa" Ify menyapa kedua orangtuanya di meja makan.


"Oh iya fy, nanti selesai kamu makan tolong antarkan makanan ini ke rumah Gabriel ya. ART di rumah mereka sedang libur, jadi gak ada yang masakin makanan untuk mereka" ujar Mama Shinta sambil menunjuk beberapa tempat makan yang telah disiapkan.


"okay"


"nanti berangkat sama ayah saja, ayah mau ketemu Gabriel"



"Okay yah"


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Ify dan ayahnya sekarang berangkat menuju rumah keluarga Haling.

"fy" ujar Bimantara kepada putri yang duduk di sebelahnya.


Ify hanya menoleh dan tersenyum


"Apa kamu senang selama tinggal di Inggris?" tanya Bimantara dengan topik yang jarang sekali ia tanyakan kepada Ify.


"Hmm, suka-suka saja. Lingkungannya bagus, tidak semacet disini. Disana juga... ify bisa sembuh dari trauma Ify untuk naik kendaran ini" jawab Ify dengan lancarnya, ia mengeluarkan jawaban itu dengan kejujuran hatinya.

Remember MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang