Ify merasakan tangan panas Rio di tangan kirinya. Rio memegang erat tangan Ify seperti tidak ingin melepasnya.
"jangan pergi... jangan pergi tinggalkan aku lagi... aku mohon" lirih Rio dengan suara pelan. Mata sendu nya yang sudah berlinang dengan air akibat suhu badannya yang memanas dapat Ify lihat di wajah laki-laki itu.
Ify membalikkan badannya, melihat Rio seperti ini, ia pun kembali duduk di tepi tempat tidur. Tangan Rio masih menggenggam erat lengan Ify seakan tidak akan melepaskan Ify untuk pergi.
Perlahan ia belai dengan lembut rambut Rio yang berantakan dengan tangan kanannya yang masih bebas bergerak sambil memeriksa suhu tubuh Rio yang masih saja panas.
"aku tidak akan meninggalkanmu, sekarang kamu harus tidur lagi ya" ujar Ify lembut kepada Rio yang tidak tahu pria ini mendengarkannya atau tidak.
Perlahan kedua mata Rio menutup. Sepertinya tadi ia hanya mengigau akibat demam tingginya itu.
"Tttok Tttok...." Suara ketukan dari kamar pintu Rio yang tidak tertutup berhasil mengalihkan perhatian Ify.
"Fy, ayah kamu mau pulang sekarang" ternyata Gabriel yang mengetuk pintu itu dengan membawa semangkuk sup dan juga air untuk Rio. Gabriel masuk ke dalam kamar Rio dan menaruh makanan yang dibawanya di atas meja belajar Rio.
"Oh iya kak" Ify pun melepaskan genggaman tangan Rio dari tangannya, dan tak lupa ia rapihkan selimut Rio yang sedikit berantakan.
Setelah itu mereka berdua pun meninggalkan Rio dengan langkah perlahan agar Rio tidak terbangun dari istirahatnya.
----------------------------------------------------------------------
Alvin sedang fokus ke laporan hasil rapat perusahaan keluarganya. Beberapa hari ini, ia membantu orangtuanya dalam mengembangkan beberapa perusahaan baru yang berada di bawah naungan perusahaan keluarganya itu. Alhasil ia beserta petinggi perusahaan harus menyelesaikan perencanaan yang akan dilakukan untuk beberapa minggu kedepan.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 22:30 WIB dan sekarang hanya Alvin yang berada di kantor. Dengan ditemani suara detik jam, Alvin tidak menyadari bahwa ia sudah 8 jam "berpacaran" dengan laptop di depannya itu.
Tiba-tiba handphone nya berdering. Ia pun langsung mengangkatnya.
"Hallo, ada apa?" Alvin menjawab telpon dengan tangan kirinya dan tangan kanannya masih ia gunakan untuk me-scroll dokumen yang ada di laptopnya,
"Maaf pak mengganggu waktunya, ini di bar ada orang yang mencari pak Alvin. Katanya ingin bertemu pak Alvin sekarang" ujar salah satu manager di bar milik Alvin
"Siapa?"
"ia tidak mau memberi tahu namanya ke saya. Saya hanya disuruh menelphone pak Alvin karena ia tidak memiliki handphone"
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember Me
Fiksi PenggemarKetika sebuah kenangan indah lenyap begitu saja diperlukan perjuangan sang kesatria untuk mengumpulkan dan menyusunnya kembali menjadi sebuah kenangan yang lebih indah dari sebelumnya.
