07. Sisi Lain Arzan

163K 14.7K 1.1K
                                        

                  Happy Reading ❤️

"Aku nggak suka kamu bersikap seenaknya gitu! Apalagi, sama sahabatku sendiri!" omel Kaila sembari menatap suaminya itu dengan melotot.

Entah keberanian darimana. Yang jelas sekarang dia sedang kesal dengan suaminya itu yang hampir saja membunuh Bara. Untung, pelurunya salah sasaran dan mengenai tembok di belakang Bara dan Pelangi saat itu.

Kaila tau rencana Arzan itu dari Rafael. Rafael yang menjemput Kaila dan mengantarkannya ke tempat dimana Arzan akan membunuh Pelangi.

"Maaf." Semua orang yang mendengar penuturan Arzan itu pasti tercengang. Seorang Arzan takkan pernah mau meminta maaf, sekalipun dirinya yang salah.

"Aku nggak mau punya suami pembunuh!" oceh Kaila sembari melipat tangannya di depan dada.

"Iya-iya, aku minta maaf, Sayang," jawab Arzan sembari menarik tubuh Kaila untuk ia peluk.

Sikap manis Arzan itu membuat Kaila perlahan merubah pandangannya. Arzan tidak kejam dan Arzan tidak menyeramkan. Tapi, itu berlaku hanya untuknya saja. Kaila memiliki rencana akan mengubah sifat Arzan. Perlahan tapi pasti.

"Kamu nggak boleh keluar, pokoknya!" Arzan tak menggubris perkataan istrinya itu. Ia malah sibuk menghirup aroma lavender dari tubuh Kaila.

"Kamu denger nggak, sih?!" kesal Kaila.

"Iya, Sayang. Deng---"

Ucapan Arzan terpotong karena dirinya mendengar suara kekehan dari teman-temannya. Arzan menatap tajam mereka yang menganggu momen romantisnya dengan Kaila.

"Maaf, Bos."

***
Pelangi tersenyum tipis saat kekasihnya itu berusaha membuatnya tersenyum. Pelangi tidak menyangka sama sekali, bahwa Bara tidak akan meninggalkannya setelah apa yang ia perbuatannya pada Kaila yang terbilang sangatlah jahat.

"Aku mau minta maaf sama Kaila." Bara menghentikan aktivitasnya dan menatap Pelangi.

"Kaila tinggal sama Arzan. Aku takut, dia apa-apain kamu nanti," ucap Bara.

"Tapi, aku merasa bersalah banget. Aku udah merusak masa depan sahabatku sendiri. Aku nyesel, Bara," lirih Pelangi. Bara membawa Pelangi ke dalam pelukannya.

"Nunggu waktu yang pas, ya, Sayang?" Pelangi mengangguk sebagai jawaban.

Setelah kejadian kemarin, Bara berusaha keras untuk tidak mempertemukan Kaila dengan Pelangi. Bara itu, yang ia lakukan itu salah. Tapi, tidak ada cara lain. Arzan terlalu nekat dan bisa saja membunuh Pelangi tanpa sepengetahuannya.

***
Arzan dan Rafael sedang mabar sembari menikmati pisang goreng buatan Kaila. Menurut mereka berdua, pisang goreng buatan Kaila adalah pisang goreng ter-enak yang pernah mereka makan. Kaila harus membuatnya dengan jumlah yang sangat banyak karena suaminya itu sangat doyan dan terus-menerus meminta nambah.

"Enak, Yang," ucap Arzan saat melihat Kaila datang dengan membawa sepiring pisang goreng. Ini adalah piring ketiga.

"Kak, Kaila mau pulang ke rumah. Bunda sakit, Keenan lagi camping dan Ayah ada kerjaan di luar kota. Boleh, ya?" Arzan menatap sejenak istrinya, kemudian mengangguk.

"Tunggu!" Kaila yang hendak melangkahkan kakinya pun seketika berhenti di tempat mendengar suara bariton milik Arzan.

"Keenan siapa?" tanya Arzan dengan nada dingin, membuat Kaila meneguk ludahnya kasar.

"A--adik aku, Kak," jawab Kaila dengan terbata-bata karena takut.

Keenan memang tidak ada di rumah saat acara pernikahan Kaila dengan Arzan. Dan Arzan juga tidak tau kalau Kaila punya adik. Arzan menghela nafas, tatapannya melunak saat melihat Kaila bergetar ketakutan.

Arzan menghampiri istrinya, lalu merengkuh tubuh ramping itu. "Maaf, udah buat kamu takut. Aku anterin, ya?" Kaila hanya mengangguk.

"Bisa bucin juga," gumam Rafael sembari mencomot pisang goreng.


                            ***
Jangan lupa vote and comment!

KAILA (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang