9.

13.3K 878 17
                                        

Setelah kejadian kemarin Edrea pulang bersama Edzard, walaupun harus membuat alasan kepada Arga, Lintang dan Azka.

Dan ketika di dalam mobil hanya hening dan raut wajah Edzard saja yang pucat. Edrea sudah bisa menebak Edzard akan sakit. Karena cabai yang Edzard makan lumayan sangat banyak.

Pagi ini seperti biasa Edrea membuat sarapan untuk Edzard. Dan Menunggu Edzard di meja makan, tetapi sudah terhitung dalam waktu 20 menit Edzard tak juga turun. Akhirnya, Edrea memberanikan diri, pergi kekamar Edzard.

Edrea mengetuk pintu kamar Edzard.

TOK

TOK

TOK

Tak ada jawaban atau pun suara dari kamar Edzard. Edrea mengetuk pintu kamar Edzard lagi.

Edrea mencoba memanggil Edzard. "Pak Edzard... Pak, bapak gak kerja pak?" ucap Edrea.

Tetapi, tak ada jawaban juga. 

Edrea memcoba memanggil lagi. "Pak Edzard... Pak Edzard gak Ker---"

"Mommy..." lirih Edzard.

Edrea kaget seperti suara Edzard yang merintih dan memanggil Mommynya. Edrea coba mendengarkannya lagi.

"Mommy... Mommy..." lirih Edzard.

Dan ternyata benar suara Edzard, Edrea yang panik pun langsung bergegas membuka pintu kamar Edzard. Edrea takut terjadi sesuatu terhadap Edzard.

Edrea melihat Edzard sedang tiduran diatas kasur, dengan keringat di dahi. Juga wajah yang sangat pucat menahan rasa sakit, serta selimut menutupi hingga sebatas lehernya.

"Astaga!" pekik Edrea. Seraya menyentuh dahi Edzard.

"Mommy... Mommy..." lirih Edzard. Seraya memeluk selimutnya era-erat.

"Awshh... Panas bapak tinggi banget!" ucap Edrea khawatir.

"Tunggu sebentar ya, pak. " ucap Edrea.

Edzard hanya menjawab dengan rintihan dan terus memanggil Savia.

Edrea pergi mengambil Bye-bye fever di dalam kamarnya. Untung Edrea selalu menyiapkan Bye-bye fever, karena kadang-kadang, ia juga mendadak suka demam waktu dirinya maasih tinggal di kos dan itu obat paling ampuh menurutnya.

Edrea bingung Edzard sudah ditempelkan Bye-byefPever, tetapi Edzard masih merintih memanggil Savia terus-menerus.

Edrea menelepon Savia, semoga Savia datang.

"Hallo Rea!" ucap Savia.

"Hallo bu, Assalamualaikum.." ucap Edrea.

"Iya, Waalaikumsalam... Kenapa Rea?"

"Ini bu, Pak Edzard sepertinya demam dan saya sudah menempelkan Bye-bye fever. Tetapi, dia masih terus merintih dan memanggil ibu!" jelas Edrea.

"Ya Tuhan! Edzard Demam, ko bisa? Edzard jarang sekali demam."

"Iya bu, sepertinya gara-gara kemarin. Pak Edzard memakan mie dan cabai yang lumayan sangat banyak."

"Pantas saja, dia memang terbilang jarang, bahkan gak pernah mengkonsumsi mie apalagi cabai yang pedas. Edzard memang akan demam bila terlalu banyak makan mie, makannya ia jarang makan mie dan itu pun harus berdua mengkomsumsinya."

"Terus, gimana bu? Pak Edzard terus memanggil-manggil ibu."

"Saya sedang diluar kota Rea, baru saja saya sampai. Dan tidak memungkinkan saya pulang."

EDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang