Edzard baru saja pulang menjelang shubuh, dengan baju yang sangat berantakkan serta jalannya yang sempoyongan. Edzard masuk kedalam rumahnya dan pergi kekamarnya. Setelah sampai kamar Edzard langsung merebahkan tubuhnya dikasur tanpa melepas sepatu ataupun berganti baju.
Edrea bangun dari tidurnya, saat mendengar suara adzan shubuh dan bergegas mandi dan melaksanakan sholat shubuh. Setelah selesai, Edrea tak lupa membuat sarapan, walaupun ia tau dirinya pasti akan dipecat.
"Gapapa lah, seenggaknya aku udah buatin sarapan, dia mau makan atapun gak. Itu terserah." ucap Edrea pada diri sendiri.
Edrea sibuk membuat sarapan, selesai membuat sarapan, Edrea menyetrika baju-baju Edzard yang sudah dicuci. Edrea sibuk dengan pekerjaannya.
Hari mulai menjelang siang, Edrea sudah selesai menyetrika baju, Edrea bergegas pergi ke kamar dan membereskan baju-bajunya. Karena sudah pasti dirinya dipecat. Bukan Edrea overthinkhing, tapi Edrea masih ingat peraturan yang Edrea tanda tangani.
Dan Edrea cukup tau diri, tidak apa dirinya dipecat dan bahkan di denda 100jt yang penting Edrea bisa tertidur tenang. Edrea sibuk melipat baju-bajunya dan memasukkan kedalam koper miliknya.
Edzard bangun dari tidurnya dengan kepala sedikit pusing dan berat. Edzard menatap dirinya dicermin miliknya. Penampilannya sangat acak-acakkan, jujur Edzard masih tak menyangka dengan kejadian semalam. Sungguh ia seperti orang bodoh, saat membaca surat dari Reina.
Edzard bergegas pergi membersihkan diri, karena tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Setelah selasai membersihkan diri, tubuh Edzard terasa lebih segar. Edzard bergegas turun.
Edzard jadi teringat dengan Edrea. "Kemana perginya, Gadis pembantu itu?" gumam Edzard seraya melangkah kearah dapur.
Edzard tak melihat keberadaan Edrea, yang Edzard lihat hanya sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat dimeja makan. Karena Edzard sangat lapar, ia langsung duduk dan menyantap sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat itu.
Setelah menyantap sarapannya, Edzard menaruh piringnya di wastafel dan mencucinya. Saat sibuk mencuci, tiba-tiba Zion datang membawa sebuah berkas di tangannya.
"Permisi pak!" ucap Zion.
Edzard menoleh dan mengelap tangannya yang basah. "Zion! Ada apa?" tanya Edzard.
"Maaf pak mengganggu, saya hanya ingin memberi tahu tentang Edrea." jelas Zion.
"Baiklah, ikut saya keruang kerja Zion!" perintah Edzard seraya melenggang pergi kearah ke ruang kerja miliknya.
Zion menganggukkan kepala, lalu mengikuti Edzard.
Edzard duduk di kursi kebesarannya dan Zion duduk di kursi yang berada dihadapannya.
"Ada apa Zion, apa yang kamu ketahui dengan Gadis pembantu itu?" tanya Edzard.
"Sebelumnya saya meminta maaf, karena sangat lama mencari tau tentang Edrea." ucap Zion.
Edzard menggeleng dan berkata. "Tidak apa Zion, cepat katakan!"
"Baiklah, jadi Gadis pembantu bapak, bernama lengkap Edrea Putri Senja. Dia dibesarkan di Panti asuhan Mutiara sejak berumur 5 tahun, tetapi saat Edrea lulus SMP, ia kabur dari Panti asuhan. Entah apa penyebabnya, pihak Panti asuhan sudah mencarinya selama 3 bulan penuh. Tetapi, tak berhasil menemukannya dan pihak Panti asuhan pun menyerah. Sampai sekarang pihak Panti tak lagi mencari Edrea..." jeda Zion. "Dan ternyata..."
"Ternyata apa Zion?" desak Edzard sangat kesal.
"Ternyata... Dia adalah Gadis yang bapak temui dimakam Reina waktu itu." ungkap Zion.
"SERIOSLY!" ucap Edzard melebarkan matanya tak percaya. "Dia gadis yang nemberikan saya botol minum dan payung itu?" tanya Edzard masih tak percaya.
Zion mengangguk seraya memberikan 2 foto seorang gadis berumur 13 tahun yang memakai masker,berkulit putih, tubuh mungil dan matanya sangat indah membawa payung dan botol minum yang sama dengan yang Edzard miliki.
Edzard membolakan mata dan tersenyum kecil masih tak percaya.
"Dia Gadis yang sama yang kabur dari Panti dan selalu memakai masker jika berkeliaran di luar Panti. Itu adalah hasil jepretan orang-orang yang pernah melihatnya. Dan dia adalah Edrea Putri Senja, pembantu atau Maid bapak sendiri." jelas Zion.
Edzard tersenyum dan mengusap-usap foto itu. "Dia Gadisku Zion! Dia milikku dan dia bukan pembantu atapun Maidku! Dia Nyonya Alterio!"
Zion hanya tersenyum senang, akhirnya Tuannya bisa melupakan Reina calon istrinya yang mati konyol.
"Lalu, kenapa ia dibuang dan dimana orang tuanya? Kenapa membuang anak Gadis secantik ini!" tanya Edzard.
"Orang tuanya adalah..."
Setelah selesai merapihkan baju-bajunya, Edrea memainkan ponselnya dan ketiduran sambil memegang ponsel.
Sedangkan, Edzard sibuk mencari Edrea di setiap sisi rumahnya, tetapi nihil dia tak menemukannya. Zion sudah pamit pulang sejak tadi.
"Kamu dimana Edrea, aku tak mau kehilangan mu, untuk kedua kalinya..." lirih Edzard.
Saat sedang menaikki tangga Edzard melihat pintu kamar disamping kamar Edzard. Edzard ingat kamar itu ia belum jelajahi, Edzard bergegas masuk ke kamar itu dan itu milik Edrea.
Edzard langsung menghembuskan nafas lelah, ternyata Edrea terlelap tidur di ranjang miliknya. Edzard tersenyum lebar, lalu mendekat kearah Edrea dengan langkah pelan, agar tak membuat Edrea bangun.
Edzard menunduk menatap wajah Edrea yang sangat damai saat tertidur. Edzard menyunggingkan bibirnya tersenyum, lalu membelai pipi Edrea dengan jari telunjuk hingga ke bibir Edrea. Edzard mengusap bibir Edrea yang berwarna merah alami serta amat sangat menggoda. Rasanya Edzard ingin merasakan bibir Edrea yang sangat menggoda itu.
Edzard terus mengusap bibir Edrea dan membuat Edrea menggeliat. Edzard langsung menarik tangannya, lalu mengusap pucuk kepala Gadisnya itu.
"Akhirnya aku menemukan mu sayang, setelah hampir 5 tahun lamanya kamu hilang, entah kemana. Dan kamu hanya milikku!" gumam Edzard dan langsung mencium pucuk kepala Edrea.
Saat Edzard melangkah pergi, ia tidak sengaja menabrak koper milik Edrea.
Brukkk
Edzard membolakan matanya, lalu menoleh menatap Edrea. Ternyata Edrea hanya menggeliat kecil. Edzard mengusap-usap dadanya dan menghembuskan nafas pelan.
Edzard mengangkat koper itu, Edzard mengira koper itu tidak berat, tetapi ternyata sangat berat. Karena penasaran Edzard membuka koper itu. Edzard cukup terkejut, isinya adalah baju-baju Edrea dan berkas-berkas Edrea.
Edzard menggelengkan kepalanya. Kamu gak boleh pergi Edrea dan kamu juga gak akan pernah keluar dari rumah ini. Kamu punya saya dan tidak ada yang bisa menyangkal itu. batin Edzard.
Edzard bergegas mengambil baju-baju Edrea, lalu di susun kembali ke dalam lemari. Edzard menyusunnya dengan rapi. Setelah selesai, Edzard membawa keluar koper milik Edrea.
Edzard membawa koper itu kedalam gudang dan meletakkan koper itu di gudang. Tak lupa Edzard mengkunci gudang dan menyembunyikan kuncinya. Sedangkan Edzard tersenyum menatap berkas-berkas Edrea.
Katakan Edzard Posesif, iya memang itulah sifat aslinya.
-SAMPAI JUMPA!-
FIKAFISKA
KAMU SEDANG MEMBACA
ED
RomanceWARNING 17+ Seorang gadis berusia 18 tahun bertemu dengan CEO muda yang malang tapi, angkuh. Hidup CEO itu, selalu menyendiri. Sebuah kesialan atau keberuntungan gadis itu, bisa bertemu dengan CEO angkuh itu. Tetapi, hanya karena ucapan nyeleneh gad...
