Edrea sedang duduk di kursi meja belajar seraya membaca buku. Dan sedikit belajar. Edrea memang pisah kamar dengan Edzard untuk sementara waktu. Sejak Edzard memarahi Edrea lewat pesan, Edzard sama sekali tak berbicara dengan Edrea.
Sedangkan Lathesia sibuk menonton film di ruang keluarga. Memang sejak pulang tadi, Edrea tidak nampak melihat Edzard. Bahkan saat makan malam pun Edzard tidak muncul. Hanya ada Lathesia dan dirinya.
Edrea sudah bertanya kepada Lathesia. Lathesia bilang tidak tau. Kata Lathesia 'biarkan saja nanti dia turun sendiri untuk makan malam' Akhirnya Edrea makan berdua bersama Lathesia.
Edrea merenggangkan ototnya sehabis membaca. Dirinya pun berjalan ke arah ranjang miliknya, lalu merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi pintu.
Saat hendak masuk ke alam mimpi, Edrea merasakan ada yang memeluk tubuhnya dari belakang. Lalu, menaruh wajahnya di ceruk leher Edrea. Edrea memutar posisi tidurnya, ternyata itu adalah Edzard.
"Bapak ngapain disini?" tanya Edrea.
Edzard tidak menghiraukan ucapan Edrea, Edzard langsung memeluk Edrea dan menaruh wajahnya di dada Edrea.
"Oh iya, bapak 'kan belum makan!" ucap Edrea.
"Kamu kenapa, gak bales pesan saya tadi siang, kamu juga kenapa, gak dengerin ucapan saya yang kemarin-kemarin!" kata Edzard.
Edrea hanya menghela nafas lelah. "Bapak tadi kemana? Bapak belum makan malam lho!" tanya Edrea.
"Makan sana!" suruh Edrea.
Edzard menggelengkan kepala di pelukan Edrea.
"Nanti bapak sakit!" ucap Edrea.
"Saya gak mau makan sendirian..." rengek Edzard mode manja.
"Yaudah, bapak tunggu sini, saya ambilin makanannya buat bapak!" tandas Edrea bangun dari tidur seraya melepaskan pelukan Edzard.
Tidak lama Edrea datang dengan makanan dan minuman. Edrea menaruhnya di nakas sebelah ranjangnya.
"Nih bapak makan, setelah itu tidur di kamar bapak ya!" suruh Edrea.
"Suapin!" perintah Edzard.
"Saya tem---"
"Suapin atau saya gak mau makan!" ancam Edzard.
Edrea menghela nafas panjang mengambil kursi belajar dan piring. Lalu, menyuapi Edzard dengan telaten.
"Kenapa sih, kita harus rahasiain hubungan kita?" tanya Edzard seraya mengunyah makanannya.
"Saya 'kan sudah pernah bilang waktu itu pak." jawab Edrea.
"Saya gak mau harus pura-pura atau rahasia-rahasian gini!" sambung Edzard.
"Bapak udah janji dan saya gak mau ribut." tandas Edrea.
Edzard menghela nafa gusar.
"Terus sampai kapan, Edrea?" tanya Edzard.
"Sampai saya benar-benar siap!" jawab Edrea.
Edzard melanjutkan makannya masih dengan di suapi oleh Edrea. Setelah beberapa waktu Edzard selesai makan.
"Saya naruh piring kebawah, bapak kalau mau ke kamar bapak untuk tidur, ke kamar aja!" ucap Edrea.
Edzard hanya diam membisu, lalu Edrea melenggang pergi meninggalkan Edzard. Tidak lama Edrea masuk ke kamarnya dan melihat tidak ada Edzard. Mungkin Edzard sudah pergi ke kamarnya.
Edrea merebahkan tubuh nya di ranjang miliknya. Saat hendak memejamkan mata seperti ada yang menaiki ranjangnya. Edrea menoleh dan ternyata itu Edzard.
KAMU SEDANG MEMBACA
ED
RomanceWARNING 17+ Seorang gadis berusia 18 tahun bertemu dengan CEO muda yang malang tapi, angkuh. Hidup CEO itu, selalu menyendiri. Sebuah kesialan atau keberuntungan gadis itu, bisa bertemu dengan CEO angkuh itu. Tetapi, hanya karena ucapan nyeleneh gad...
