Pagi ini Edzard dan Edrea sedang duduk dimeja makan seraya menikmati sarapan buatan Edrea. Edrea susah lebih membaik, karena satu hari kemarin, Edrea seperti Ratu tidak boleh ini dan tidak boleh itu.
Edrea sejak tadi, selalu menatap Edzard yang sedang asyik menikmati sarapannya. Edrea memperhatikan Edzard bukan berarti sedang jatuh cinta, tetapi Edrea ingin meminta izin kepada Edzard untuk pergi bersama Sekar.
Sekar ingin ditemani pergi ke toko buku, sebenernya Sekar ingin mengajak Edrea pergi sore kemarin, tetapi Edrea sedang sakit. Dan tentu saja Pria Angkuh di depannya ini tidak akan mengizinkannya. Jadi, Edrea bilang kepada Sekar sore ini saja.
Tetapi, Edrea sangat tidak punya keberanian untuk meminta izin kepada Edzard. Apalagi Edrea baru saja sembuh, tapi kalau Edrea membatalkannya lagi. Edrea sangat tidak enak kepada Sekar.
Akhirnya setelah Edzard selesai makan dan ingin minum. Edrea memberanikan diri untuk meminta izin kepada Edzard.
"Em--mm... Pak Edzard!" panggil Edrea gugup.
Edzard yang baru saja menenggak air minum langsung menatap Edrea. "Iya, ada apa Edrea?" tanya Edzard.
"Em--mm, gimana ya, ngomongnya!" ucap Edrea sangat gugup.
Edzard tersenyum dan menatap Edrea sangat lembut. "Bicara aja, Edrea!"
"Saya mau meminta izin pak..." ucap Edrea takut-takut.
"Mau kemana?" tanya Edzard.
"Em--mm saya mau temani, teman saya ke toko buku." jawab Edrea seraya menunduk, karena takut Edzard mengamuk.
"Siapa teman kamunya? Cewek atau cowok?" tanya Edzard bertubi-tubi.
"Cewek pak, Sekar teman saya semasa SMA." jawab Edrea.
"Sama Sekar aja?" tanya Edzard.
Edrea hanya menganggukkan kepalanya.
"Kamu sudah merasa enakan memangnya?" tanya Edzard.
"Sudah kok, pak." jawab Edrea cepat.
"Yaudah, saya izin kan." ucap Edzard.
Edrea tersenyum senang seraya matanya berbinar-binar. "Beneran pak?"
Edzard tersenyum seraya mengangguk-anggukkan kepalanya. Edzard tersenyum kegirangan.
"Ehhh kamu berangkat jam berapa?" tanya Edzard.
"Sehabis ashar, pak."
"Yaudah, jangan malam-malam ya, pulangnya!" peringat Edzard. "Kamu ada uang gak?" tanya Edzard.
"Ada kok, pak." jawab Edrea.
"Beneran?" tanya Edzard.
Edzard menganggukkan kepalanya.
"Yaudah, saya berangkat dulu ya!" pamit Edzard.
"Iya pak."
Edzard bangun dari kursi meja makannya. Tetapi, bukannya pergi Edzard malah mendekat kearah Edrea dan mencium kening Edrea sangat lembut. Edrea hanya membolakan matanya karena cukup terkejut. Edzard langsung tersenyum dan mengusap-usap rambut Edrea.
"Morning Sun sayang!" bisik Edzard.
"Bye, jangan lupa kunci rumah kasih pak Edi, ya!" peringat Edzard seraya melenggang pergi meninggalkan Edrea.
Edrea membeku ditempat dan masih syok dengan perlakuan Edzard. Padahal Edzard hampir rutin melakukan hal seperti itu.
Edzard yang sedang menyetir mobil pun tersenyum-senyum sendiri. Apalagi bila melihat wajah Edrea yang terkejut seperti tadi. Padahal Edzard sering melakukan hal itu setiap pagi, mengapa Edrea belum terbiasa juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
ED
RomanceWARNING 17+ Seorang gadis berusia 18 tahun bertemu dengan CEO muda yang malang tapi, angkuh. Hidup CEO itu, selalu menyendiri. Sebuah kesialan atau keberuntungan gadis itu, bisa bertemu dengan CEO angkuh itu. Tetapi, hanya karena ucapan nyeleneh gad...
