Edrea sedang duduk di meja makan berhadapan dengan Edzard. Sejak kejadian tadi, Edrea hanya diam membisu, sedangkan Edzard sibuk makan dengan sesekali melirik kearah Edrea dan tersenyum kecil.
"Edrea, kamu gak makan?" tanya Edzard menatap Edrea.
Edrea terlonjak kaget. "E--eh iya pak!" jawab Edrea cepat.
Edzard hanya tersenyum dan melanjutkan makannya. Edrea menyendokkan nasi berserta lauk pauk. Edrea masih memikirkan kejadian tadi, apakah Edzard hanya bercanda.
"Em-mm pak!" panggil Edrea.
Edzard yang sedang mengunyah makannya langsung mendongak menatap Edrea dan mengangkat sebelah alisnya.
"Emmm yang tadi itu, bapak cuma---"
"Saya serius!" sela Edzard cepat.
"Tapi pak, saya cuma Maid bapak!" seru Edrea.
"Saya gak perduli!" sahut Edzard.
Edrea menghela nafas lelah. "Pak, saya cuma gadis miskin, saya juga Yatim-piatu, saya cuma anak Panti. Sedangkan bapak CEO, bapak gak malu?" ucap Edrea.
"Kenapa saya harus malu, status menurut saya gak penting. Saya cuma butuh orang yang memahami saya dan mengerti apa yang saya mau." jawab Edzard.
"Tapi pak---"
"Udah ya Edrea, saya gak mau pusing dan gak mau debat. Suka gak suka, mau gak mau. Kamu punya saya, milik saya dan gak boleh ada yang menyangkal itu!" tegas Edzard menatap Edrea tajam.
"Pak dengerin saya, dulu!" ucap Edrea.
"Apalagi Edrea?" tanya Edzard lelah.
"Saya gak ada perasaan sama sekali sama bapak!" cicit Edrea seraya menggigit bibirnya.
Edzard melengkungkan bibirnya. "Saya akan buat kamu jatuh cinta dan sayang sama saya, Edrea. Kamu gak usah mikirin itu, itu urusan saya!"
"Kamu paham!" ucap Edzard menatap Edrea.
Edrea hanya bisa pasrah dan menganggukkan kepalanya.
Edzard tersenyun senang. "Yaudah, lanjutkan makan kamu!"
Jujur Edrea masih tidak percaya dengan semua ini. Dia tidak bisa seperti ini, mengapa tiba-tiba ia seolah hanya menurut ucapan Edzard. Sungguh Edrea berharap semua ini hanya mimpi saja.
Hari sudah malam, tetapi Edrea belum bisa tertidur dan ia malah menonton televisi di ruang keluarga milik Edzard. Edrea tidak menonton televisi, ia malah sibuk melamun.
Edrea masih memikirkan ucapan Edzard tadi siang. Edrea memikirkan segala akibat bila Edrea dan Edzard ada dalam hubungan seperti ini. Jujur Edrea belum siap di hujat oleh para penggemar Edzard. Edrea juga tidak mau dirinya di cap tidak baik oleh keluarga Edzard.
Sungguh Edrea sudah habis pikir, mengapa Edzard bisa mengklaim Edrea seenaknya. Apa benar Edzard benar cinta, Edrea takut Edzard hanya main-main di saat Edrea sudah menaruh hati. Lagi pun, diluaran sana banyak Gadis Cantik dan Seksi yang bahkan lebih dari dirinya. Mengapa harus dirinya? Edrea tidak sanggup menahan semua sikap dan sifat Edzard.
Saat sedang asyik melamun, Edrea tidak sadar bahwa Edzard sudah duduk di samping dirinya. Edzard sejak tadi, memperhatikan Edrea yang melamun dan sesekali Edzard melengkungkan bibirnya, karena melihat ekspresi wajah Edrea yang sangat imut dan menggemaskan. Edzard sangat gemas dan hampir saja menggigit pipi Edrea. Tetapi, Edrea belum juga menyadarinya.
Saking gemasnya, Edzard sampai mencubit pipi Edrea. Edrea yang sedang melamun pun terlonjak kaget dan menoleh ke arah Edzard seraya memegang pipinya yang dicubit tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ED
RomanceWARNING 17+ Seorang gadis berusia 18 tahun bertemu dengan CEO muda yang malang tapi, angkuh. Hidup CEO itu, selalu menyendiri. Sebuah kesialan atau keberuntungan gadis itu, bisa bertemu dengan CEO angkuh itu. Tetapi, hanya karena ucapan nyeleneh gad...
