Pagi yang cerah, secerah hati Edzard. Edzard sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah Mommy nya. Edrea sudah berada di lantai bawah, sedang menyiapkan makanan yang akan di bawa ke rumah Mommy nya.
Setelah rapi Edzard turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan Edrea. Lalu, mereka bergegas pergi ke rumah orang tua Edzard.
Perjalan ke rumah orang tua Edzard, cukup memakan waktu yang lumayan sangat lama. Mereka masuk ke dalam rumah orang tua Edzard. Kebetulan Savia dan Rio sedang bersantai di ruang tamu.
"Assalamu'alaikum..." ucap Edrea.
"Waalaikumsalam..." jawab Rio dan Savia.
"Akhirnya, kalian datang juga!" ucap Savia seraya berdiri.
Edzard dan Edrea bersalaman kepada Savia dan Rio. Savia juga sampai memeluk Edrea.
Edrea menyodorkan paper bag ke Savia. Savia menerima paper bag itu, "ini apa?" tanya Savia.
"Itu makanan buat ibu, saya memasaknya untuk ibu." jawab Edrea.
"Aduh, terima kasih banyak Edrea. Harusnya kamu gak perlu repot-repot, Rea!" ucap Savia. "Ayo duduk-duduk!" suruh Savia.
Edrea tersenyum, "Gak ko, bu." jawab Edrea seraya duduk di sofa di ikuti oleh Edzard.
"Sebelumnya, kita berdua ke sini, mau bilang sesuatu sama daddy sama mommy!" ungkap Edzard.
"Mommy dan daddy sudah tau, Zard." jawab Savia. "Lathesia sudah menceritakan nya," sambung Savia.
"Seharusnya kalian cerita saja, mommy sama daddy paham dan ngerti ko!" ucap Savia. "Iya 'kan, dad?" tanya Savia.
Rio menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, kamu gak perlu merasa malu atau merusak nama baik keluarga ALTERIO." jawab Rio seraya menatap Edrea.
"Lagi pun, ayah kamu Saputra, teman kami semasa SMA dahulu!" ungkap Rio. "Meski pun, orang tua kamu bukan teman kami sekali pun, kami tetap menerima kamu, Edrea." lanjut Rio.
"Iya Rea. Menurut kami, ketika Edzard bahagia dan sangat sayang kepada kamu! Kami setuju saja!" timpal Savia.
Mata Edrea berkaca-kaca. "Maaf ya pak, bu. Dan terima kasih banyak sudah menerima saya!" ucap Edrea.
"Ko, pak sama bu! Panggil mommy sama daddy juga dong!" suruh Savia.
"Eh, iya m-mom, d-dad!" jawab Edrea.
Savia, Rio dan Edzard terkekeh kecil.
"Jadi, kapan Zard, kamu mau umumin hubungan kamu ini?" tanya Rio.
"Iya Zard!" timpal Savia. "Masa publik taunya kamu jomblo terus, padahal 'kan sudah menikah!" sambung Savia.
Edzard menoleh ke arah Edrea dan Edzard melihat masih ada keraguan dari mata Edrea. "Kayak Edzard harus pikirin dan omongin bareng Edrea dulu!" jawab Edzard.
"Ya sudah, kami tunggu kabar baiknya" sahut Rio.
Edrea dan Edzard hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
Edzard berdiri, begitu pun dengan Edrea. "Mom, dad, kita pamit dulu ya!" ucap Edzard.
"Eh, mau kemana, ko buru-buru banget!" seru Savia.
"Iya Zard, belum juga, kalian minum!" sambung Rio.
"Kita mau ke makam orang tua Edrea, mom, dad!" jawab Edzard.
"Oh. Kalian gak mau minum dulu?" tanya Savia.
"Kapan-kapan deh, mom, dad." sahut Edrea seraya mencium tangan Rio dan Savia. Begitu pun dengan Edzard.
KAMU SEDANG MEMBACA
ED
RomanceWARNING 17+ Seorang gadis berusia 18 tahun bertemu dengan CEO muda yang malang tapi, angkuh. Hidup CEO itu, selalu menyendiri. Sebuah kesialan atau keberuntungan gadis itu, bisa bertemu dengan CEO angkuh itu. Tetapi, hanya karena ucapan nyeleneh gad...
