Hampir 3 bulan sudah Edzard dan Edrea menikah, bahkan mereka semakin dan semakin sangat dekat. Edrea selalu menyiapkan baju Edzard, memakai kan dasi Edzard. Edzard juga semakin manja dengan Edrea.
Edrea kadang sangat kesal dan capek menghadapi sikap Edrea yang seperti anak kecil. Apa-apa inginnya harus di turuti.
Mereka sekarang berada di rooftop rumah. Edzard dan Edrea sedang bersantai sambil melihat matahari yang terbenam.
"Bagus ya, matahari nya!" puji Edrea.
Edzard tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"Sayang banget sama kamu!" ucap Edzard seraya menatap wajah Edrea.
Edrea tersenyum, "sayang banget juga sama bapak-bapak manja ini!" ucap Edrea.
Edzard tersenyum dan mengecup bibir Edrea. Hanya kecupan biasa tanpa lumatan apa pun.
Edzard menatap langit, "ko, mendung ya?" tanya Edrea.
"Kamu mau masuk sekarang?" tanya Edzard.
"Nanti aja, kalau turun hujan," jawab Edrea.
Edzard menganggukkan kepalanya. Jujur dalam hati Edzard masih ada yang mengganjal. Edzard ingin berbicara dengan Edrea, tetapi takut Edrea marah. Kalau Edzard, tidak mengatakannya sekarang, Edrea pasti akan lebih marah besar.
"Edrea, aku mau jujur sesuatu!" ujar Edzard.
Edrea menoleh dan mengerutkan keningnya bingung.
"Sebenernya, saya yang sudah bilang ke warga komplek sini, bahwa di rumah ini ada dua orang lelaki dan perempuan. Yang tinggal di rumah ini dan belum menikah..." ungkap Edzard. "Tetapi, kejadian hari itu, murni kebetulan. Bukan suruhan saya untuk menggerebek kita, saat hari itu juga!" lanjut Edzard.
Edrea tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Edzard memegang tangan Edrea, tetapi Edrea menyentakkan tangan Edzard.
Edzard memaksa memegang tangan Edrea. Edrea berusaha melepaskannya. Tetapi, Edzard menahannya.
"Edrea dengerin saya dulu, saya ngelakuin itu semua, karena saya sayang sama kamu dan saya gak mau kehilangan kamu!" jelas Edzard.
Edrea tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "GAK!" seru Edrea.
"Edrea tolong ngertiin saya dan pahamin saya, please!" pinta Edzard seraya memegang pipi Edrea.
"Bapak tuh, gak sayang 'kan sama saya. Bapak tuh, cuma terobsesi sama saya!" sungut Edrea dengan meneteskan air mata.
"Saya sayang kamu Edrea, murni dari hati bukan hanya obsesi!" ungkap Edzard.
"Lalu, untuk apa bapak lakuin ini semua?" tanya Edrea mengebu-gebu.
Hujan turun membasahi Edrea dan Edzard yang beradu argumen.
"UNTUK APA PAK!" teriak Edrea. "UNTUK MENDAPATKAN SAYA, UNTUK MENDAPATKAN HATI SAYA?" tanya Edrea sudah berderai air mata.
Edzard menatap Edrea dengan raut wajah memelas.
"LO EGOIS EDZARD!" teriak Edrea. "LO ORANG EGOIS YANG PERNAH GUE KENAL!" berang Edrea.
"EDREA!" bentak Edzard.
"APA MAU BENTAK GUE!!!" seru Edrea.
Edrea tersenyum miring. "GUE KECEWA SAMA LO EDZARD!" teriak Edrea seraya pergi meninggalkan Edzard.
Edrea sedang berendam didalam bathtup kamar mandinya. Edrea merenung mengapa Edzard bisa berpikir pendek seperti itu. Untuk mendapatkan hati Edrea.
KAMU SEDANG MEMBACA
ED
Storie d'amoreWARNING 17+ Seorang gadis berusia 18 tahun bertemu dengan CEO muda yang malang tapi, angkuh. Hidup CEO itu, selalu menyendiri. Sebuah kesialan atau keberuntungan gadis itu, bisa bertemu dengan CEO angkuh itu. Tetapi, hanya karena ucapan nyeleneh gad...
