[3RD BOOK OF CHANCE SERIES UNIVERSE]
ok.si.gen /oksigèn/
(n) gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, merupakan komponen dari kerak bumi; zat asam; unsur dengan nomor atom 8, berlambang O, dan bobot atom 15,9994〈O2〉
hid.ro.gen /hidro...
(n) gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, merupakan komponen dari kerak bumi; zat asam; unsur dengan nomor atom 8, berlambang O, dan bobot atom 15,9994〈O2〉
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gas yang tidak berwarna Sejak lahir ke dunia, lelaki itu tidak pernah mengenal warna lain selain hitam, putih, dan abu-abu. Dia baru mengenal warna lain, setelah bertemu tujuh malaikat dan seorang bidadari di usia enam belasnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak berasa Hidupnya hambar, manis tak pernah hadir di hidupnya. Hangat pun tidak pernah ia kenal, jika ada rasa yang dia tahu, rasa sakit mungkin adalah satu-satunya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nomor Atom 8 Delapan, hidupnya mulai berarti saat dia menjadi yang kedelapan. Adik dari tujuh kakak tanpa hubungan darah yang namun selalu berhasil membuatnya merasa berarti, dan ada.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Komponen dari kerak bumi Komponen penting, lelaki ini telah menjadi komponen penting dalam hidup seorang gadis semenjak mereka berjumpa untuk pertama kali. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ares Prasetya
Nama yang pendek untuk lelaki seindah dia. Pendek, karena sang ayah bahkan tidak mau marga keluarganya tersemat di sana. Apalagi menginginkannya, Ares butuh enam belas tahun hidup untuk merasakan rasanya diinginkan.
Dia bukan lelaki yang romantis dengan selalu memberikan bunga dan cokelat di hari valentine. Dia hanya selalu menunjukkan bahwa dia selalu ada. Entah berjarak atau tidak, di titik terlemahku, dia selalu hadir sebagai peneduh, padahal Ares selalu lebih rapuh.
Dia tidak pandai berpura-pura. Karenanya, mudah membaca dia sedang marah, sedih atau pun bahagia. Ares adalah lelaki tempramen, yang tidak akan main-main saat diusik. Namun tidak akan menyulut api jika bukan orang lain yang memulainya.
Kepandaiannya di atas rata-rata, dan aku amat menyukurinya. Karena jika tidak begitu, mungkin kami tidak akan pernah bertemu. Mungkin rasa dan warna tidak akan pernah hadir dalam duniaku.
Entah sampai kapan, namun setidaknya saat ini, lelaki itu berhasil hadir sebagai oksigen dalam hidupku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.