"Punya temen isi nya setan semua." Kesal Bima.
"Aku juga setan?." Tanya polos Alina membuat Bima terbengong untuk sesaat.
"Heee parah lo Bim masa cewek secantik ini lo bilang setan." Ucap Cakra sambil merangkul Alina.
"Yeee si anjing malah modos." Gerut kesal Dimas yang melpas kan rangkulan Cakra ke Alina.
"Ga gitu maksud nya Alin." Ucap Bima yang bingung mau menjelas kan nya seperti apa sedang kan Alina yang paham tidak paham hanya mengangguk saja.
"Gua cabut." Ucap Alena yang langsung meninggal kan kantin membuat mereka saling menatap satu sama lain.
"Kenapa tuh anak?." Tanya Dimas yang memang sudah memperhatikan Alena dari tadi seperti sedang memikir kan sesuatu.
"Ntah, lagi galu kali."
*****
Alena berjalan menuju taman belakang yang sepi, karna bayak yang bilang bahwa pohon besar yang ada di sana sangat angker jadi tidak ada yang berani mendekati nya namun berbeda sengan Alena yang tidak merasa takut sedikit pun.
Alena duduk di bawah pohon rindang tersebut sambil memikir kan sesuatau yang mengancam keluarga nya.
"Kenapa harus dia si yang di incar." Gumam Alena namun terdapat lirik kesal di ucapan nya.
"Ekhem." Alena melihat kearah asal suara yang berada di belakang nya, dia tidak menyadari ada seseorang yang lebih dulu duduk di situ.
Alena menatap orang tersebut yang ternyata adalh Alaskar membuat Alena berdiri ingin pergi dari sini, namun baru saja ingin berjalan tangan Alena sudah di pegang oleh Alaskar. "Sini aja." Ucap lembut Alaskar membuat Alena mengurung kan niat untuk pergi dan kembali duduk di situ.
Mereka tidak ada yang memulai pembicaraan membuat Alena merasa tidak nyaman dan ingin sekali cepat cepat pergi dari situasi canggung ini.
"Lo-lo." Ucap mereka secara bersamaa.
"Apa?." Ucap Alaskar mengizin kan Alena duluan yang berbicara.
"Apa kita pernah jumpah sebelum nya?." Tanya Alena memasti kan apa yang berada di pikran nya sambil menatap Alaskar.
Alaskar menatap Alena dengan tatapan yang sulit di artikan. "Kita ga pernah jumpah selain di sekolah, berarti pertama kali nya lo lihat gua saat masuk ke sekolah ini." Jelas Alaskar yang mengalih kan tatapan nya dari wajah Alena.
'Pertana kali?, tapi kenapa-- ck apaan si gua.'
"Lo?." Ucap Alena ingin tau apa yang ingin Alaskar katakan.
"Ini, apa lo salah satu anak geng motor?." Ucap Alaskar sambil menunjuk bagian leher Alena yang terdapat tato dengan gambar sayap, ditengah sayap tersebut terdapat huruf BQH dan angka 11/2/1, Alena langsung memegang bagian leher nya dan menutupi tato tersebut dengan rambut nya.
"Gua ga tertarik sama geng motor dan tato ini cuma iseng doang." Jawab Alena dengan muka datar nya namun Alaskar tidak begitu saja percaya dengan ucapan Alena.
"Kira gua lo salah satu anggota dari Relvas yang terkenal itu, tato lo mirip sama lambang mereka." Ucap Alaskar.
"Kebetual aja." Jawab Alena cuek.
"Kenapa lo jarang senyum, padahal senyum lo manis." Ucap Alaskar membuat jatung Alena berdetak dengan kencang tidak seperti biasanya.
"Lo sendiri kenapa?." Tanya Alena balik.
"Ada yang ngelarang gua buat senyum." Ucap Alaskar yang langsung membuat Alena menatap heran.
"Siapa?." Tanya Alena penasaran.
"Cinta pertama gua." Jawab jujur Alaskar yang di angguki oleh Alena
"Kalo lo?." Tanya Alaskar.
"Males." Jawab Alena.
"Semales apa si lo sampe senyum aja susah." Ucap Alaskar tidak abis pikir dengan pola pikir Alena.
"Senyum juga butuh tenaga, dan tenaga gua belom cukup buat senyum." Jawab asal Alena.
"Yaudah nanti gua transfer tenaga buat lo biar biasa senyum, tapi ada syarat nya." Ucap Alaskar sambil tersenyum.
"Apa?." Ucap Alena menatap Alaskar yang sedang tersenyum sambil menatap nya.
"Jangan senyum di depan laki laki lain sekalin gua, gimana mau?." Ucap Alaskar membuat menahan senyum mati matian.
"Kalo mau senyum senyum aja kali." Ucap Alaskar yang membuat Alena memaling kan wajah nya yang pasti sedang merona malu.
"Io lucu ya kalo lagi salting." Ucap Alaskar yang menatap Alena dengan tatapa yang sulit di artikan.
"Jadi gini ya kalo dua manusia es di pertemuan, kaya bocah sd yang lagi cinta monyet." Ucap seseorang sambil tertawa membuat Alena dan Alaskar menatap laki laki yang sedang jalan menghampiri mereka dengan tatapan datar.
"Ngapain lo?." Tanya tak santai Alaskar kepada laki laki di depan nya ini yang sedang menyengir tidak jelas.
"Ya kali bos pemandangan langka begini di lewatin, takut nyesel ntar di rumah." Jawab laki laki itu yang tak lain adalah Ciko.
"Gua cabut." Ucap Alena yang langsung pergi meninggalkan Alaskar dan Ciko berdua.
Alaskar berdiri dan menatap Ciko dengan tatapan tajam. "Jangan bilang siapa siapa, kalo belom siap masuk neraka." Ucap tagas Alaskar yang langsung mendapat anggukan patuh dari Ciko.
"Siap bos, tenang aja ga akan bocor ko." Ucap Ciko sambil tersenyum lebar.
To be continued....
KAMU SEDANG MEMBACA
ALENA (END)
RandomAlena Alberat Cllosin seorang perempuan cantik, yang memiliki nama julukan Putri Es karna wajah nya yang cantik dan sifat nya seperti es membuat nya menjadi incaran cowok cowok, namun hidup nya tidak se cantik wajah nya, masalalu yang selalu menghan...
