DIALOG MEREKA BERDUA: SALING PAHAM
'hubungan itu dimulai dari komunikasinya. Tentang kamu yang harus paham dengan dia, dan dia yang harus paham kamu. Egois, itu hanya merusak hubungan.'
***
Bara mengangkat angkat kucing berwarna putih milik Aira di balik stir mobilnya. Kucing perempuan yang Aira anggap sangat agresif terhadap laki laki itu merespon Bara dengan kedua kaki atasnya yang menyentuh nyetuh hidung Bara. Bara memamerkan senyum lebarnya kepada kucing putih Aira.
"jam sebelas baru dateng dokternya Bai," Ucap Aira ketika perempuan itu membuka pintu mobil penumpang bagian depan. Aira tidak masuk, dirinya diam di depan pintu yang terbuka. "mau nanti apa sekarang jalannya?" tanya Aira.
"sekarang aja. Jalan jalan bentar, nanti baru ke sana." ucap Bara yang masih menggendong kucing Aira seperti bayi.
Aira memasukan setengah badannya ke mobil Bara. Perempuan itu mengambil kucing bernama Kim Ai yong itu dari Bara.
Aira membuka pintu mobil penumpang di belakangnya. Mamasukan kucing putih Aira ke kandang bersama dua kucing lainnya. Hari ini mereka akan ke dokter hewan. Spesial Bara yang membayarnya.
"kita cari cimol aja ya. Aku pengen." ucap Aira ketika sudah duduk dengan nyaman di bangku depan. Perempuan itu menyobek bungkus cemilan untuk ketiga kucingnya.
"meluncur." ucap Bara yang langsung setuju tanpa perotes. Laki laki itu mulai mengeluarkan mobilnya dari pekarangan rumah Aira.
Devinisi beli cimol itu bukan lagi beli cimol. Bukan cuman cimol yang di beli Aira, tapi hampir semua jajan gerobak pinggir jalan itu ia beli.
"cimol dari mana kalo somay, bakso, sama tahu gejrot di beli juga." ungkap Bara setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Aira mana peduli. Perempuan itu asik memasukan cimol yang sudah di tusuk ke dalam mulutnya. Bunyi kecapannya sengaja di perlihatkan pada Bara.
"mumpung ada yang bayarin." ucap Aira memandang Bara dengan senyum menggodanya. Bara meraup wajah Aira dengan satu tangannya.
"aahh!!" Aira melepaskan wajahnya dari Bara. Perempuan itu membenarkan rambutnya yang menutupi wajahnya.
"kamu tadi ga mau beli lo!" protes Aira pada Bara yang bungkus somaynya di gigit laki laki itu. Perempuan itu menatap tak rela dengan kesal.
"ngapain beli kalo kamu makan aja ga abis." ucap Bara yang seratus persen benar. Makan nasi satu centong lebih saja ia tak sanggup apa lagi sebanyak ini.
"kok tau?" Aira melebarkan matanya. "tau lah." jawab Bara dengan menjelankan mobilnya lagi.
Lagu lagu Rossa kesukaan Aira, mengalun di sepanjang mobil berjalan. Perempuan dengan rambut sedikit ikal di bawah itu sudah nemplok di dekapan Bara yang menyetir mobil dengan satu tangannya.
Aira sesekali memasukan sisa makanan yang tak habis ia makan ke mulut Bara. Bara sih diam saja, hanya tinggal mangap lalu menyunyah makanan.
"boneka mampang itu Bai," ucap Aira spontan dengan duduk tegak. Mereka sekarang berada di lampu merah.
"kaca kamu buka, panggil kesini." Bara menaikan alisnya heran, tapi tak urung juga mengikuti ucapan Aira.
Apa yang di lakukan Aira seketika menjadi pemandangan yang luar biasa di depan Bara. Bagaimana cara perempuan itu tersenyum lebar sambil memberi seseorang yang memakai boneka mampang itu, adalah hal yang membuat Bara mengkat senyumnya. Aira itu susah untuk di tebak.
"dadahh..." Aira melambaikan tangannya ketika boneka yang didalamnya manusia itu pergi.
"kenapa kamu spontan langsung mau kasih mereka?" tanya Bara yang memajukan mobilnya setelah lampu berwarna hijau.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA BRAYUDANI
RomanceBAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
