BERAKHIR; setiap masa ada cerita yang harus selesai.
"Selalu ada bagian akhir dalam cerita, yang cukup untuk di kenang selamanya." G.O.VA
***
Kita mungkin punya keinginan, tapi semesta punya jalan yang berbeda untuk kita. Setiap hal yang kita jalanin, adalah perputaran waktu yang tanpa kita sadari, banyak merajut kenangan di esok hari.
Katanya masa putih abu abu adalah masa yang tidak bisa di lupa dengan mudah. Katanya, disanalah cinta yang sebenarnya tumbuh, dan katanya disanalah kita memiliki teman sejati.
Tapi, dari banyaknya orang bilang, itu memang benar adanya.
Di tempat ini, yang terlihat buruk di mata orang lain, tapi adalah tempat yang paling nyaman untuk beberapa orang pulang, dari kacaunya dunia.
Markas G.O.VA adalah tempat yang saat ini kita bicarakan. Tempat yang tidak jauh dari sekolah utama kita, SMA Perwira Kartika.
Selama tiga tahun ini, markas G.O.VA telah menjadi bagian hidup dari seorang Bara Brayudani dan teman temannya. Di sini ia belajar banyak tentang kehidupan sosial. Belajar bahwa hidup tidak selalu berada di atas, belajar bahwa banyak luka yang tidak terlihat dan belajar untuk saling menghargai.
"Hidup memang selalu tidak menyenangkan, tapi kita berusahan untuk menjadi orang yang menyenangkan." Ujar Bara.
Mereka—anggota G.O.VA yang banyaknya menyebar di sekolah mana mana, hari ini kumpul dengan padat di satu tempat yang selalu di anggap buruk oleh orang lain.
"Kita akan selalu tetap menjadi G.O.VA. Karna tempat ini adalah rumah jiwa untuk semua orang." Ucap Bara lagi. Ia menatap satu persatu mata yang melihat ke arahnya.
"Kita tidak mengusik jika tidak di usik. Dan akan kita jadikan abu untuk orang yang mencari masalah dengan kita."
"Sama seperti sebelumnya, G.O.VA adalah rumah jiwa, kita adalah satu kobaran, dan kita akan selalu memberikan hal hal baik walaupun terkadang tidak terlihat atau malah tidak di anggap baik." Bara tersenyum sendiri saat menyampikannya. Terbanyang hal hal yang dulu mungkin ia lakukan dengan teman temannya.
"Dan untuk malam ini, gue hanya mau bilang, Ar, gue serahanin semuanya sama lo ya." Bara menatap mata Arha dengan serius, "untuk hari hari berikutnya, G.O.VA adalah tanggu jawab lo. Berserta kelima temen lo yang lain."
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Arha. Ia hanya menatap Bara dengan keyakinan penuh bawa ia bisa dengan tanggung jawab ini.
"Dan gue harap semuanya setuju dengan keputusan gue. Karna jika ada yang ga setuju, bisa langsung berhadapan dengan gue."
"Karna keputusan yang gue ambil pastinya selalu mempertimbangkan banyak hal." Ucap Bara denhan tegas.
Laki laki dengan kaos hitam polo dan celana panjang yang sama hitam itu, berdiri paling dengan dominan di antara yang lain. Auranya tidak bisa bohong, kalau dia adalah sosok seorang pemimpin.
"Gue dari angkatan kelas tiga bersama dengan teman teman gue yang lain, dan mewakili angkatan ke tiga belas, pamit undur diri dari G.O.VA Mulai dari malam ini."
"Tapi tenang, kita semua masih G.O.VA tapi bukan ketua dan wakil lagi." Sela Cekra.
"Sekarang ketua dan wakilnya adalah Arha dan juga Reyhan." Ucap Cekra. "Selamat mengemban tugas bro!!" Cekra merangkul kedua pundak tersebut.
"Dan untuk tugasnya semuanya masih sama, ga ada yang berubah. Mungkin akan ada gebrakan baru oleh ketua G.O.VA yang baru." Bara menatap Arha dengan wajah penuh senyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA BRAYUDANI
RomanceBAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
