36. Garis lintang yang tenggelam

5.4K 381 50
                                        

GARIS LINTANG YANG TENGGELAM; YANG TELAH SIRNA.

"Ada banyak hal di luar kendali kita, yang tidak sesuai ekspetasi, tapi harus di terima dengan baik," Bara Brayudani

"Ada banyak hal di luar kendali kita, yang tidak sesuai ekspetasi, tapi harus di terima dengan baik," Bara Brayudani

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rombongan anak anak G.O.VA berkumpul menjadi satu di ujung lorong dekat kelas mereka. Beberapa dari mereka sibuk mendebatkan vidio jj yang mereka buat. Sedangkan ketua mereka hanya melirik dengan bola basket di tangannya.

"Lo udah beresin ruang jurnalistik?" Tanya Bara ketika Kevin tiba tiba datang dan merebut bola basket dari tangannya.

Kevin memantulkan bolak basket itu ke ubin lantai dengan tenang, "udah gue pindahin semua foldernya. Yang di sekolah udah kosong."

"WOALAH SU SU!!!" Bara menengok ke arah pemilik suara, "yang tadi aja njir, lagi tren kuda yang mana kuda yang mana," ujar Joko yang ingin merapas ponsel milik Cekra.

"Lo aja gue males," ujar Cekra.

"Gue yang kau menghapsukan aja deh. Kan cocok sama muka muka gue yang manis ini." Ujar Joko mulai mengetik sesuatu di ponselnya.

"Dih najis!" Ujar Deon.

"Dah ini aja yang ramean. Bar setuju ga lo?" Cekra menyodorkan ponselnya pada Bara yang diterima dengan baik.

"Oke." Komentar Bara dengan sekali lihat vidio jj itu.

"Oke readers Bara, jangan lupa setelah part ini muncul langsung cek instagram G.O.VA untuk love dan komennya." Ujar Deon dengan kedua jempol mengangkat.

"Promosi lo?" Dengus Kevin

"Biar mereka makin jatuh cintah. Jangan lupa ayang online," ujar Deon lagi.

"Beli bukunya juga jangan lupa." Ujar Bams sambil mengedipkan matanya.

"Oh iya jangan lupa ya sayang. Kita ada di mana brader?" Ujar Joko.

"Kita bisa kalian jemput di gramedia dan juga TBO yang sudah tertera ya. JANGAN LUPA YA YANG!!!" Ucap mereka serentak di sertai kekehan ringan yang terdengar di ujurng lorong koridor.

"Promosi mulu,"

"Ga papa biar kita banyak duit."

"Bara udah kaya,"

"Jangan di omongin lah. Bisnis ini."

Mereka berjalan meninggalkan koridor dengan membawa jaket parasut terbaru milik mereka, yang beritanya langsung masuk ke jurnalistik SMAPK. Jaket parasut yang bertuliskan hal yang sangat bermakna, bagi mereka yang mengerti.

Dan langkah kaki mereka yang terbalut sepatu convers lusuh itu pergi entah kemana.

***
"Bisa ga sih Ra ga usah goyang goyangin pundak gue!" Jengah Vensha akan kelakukan temannya itu. "Itu juga pakek nangis segala." Omelnya.

BARA BRAYUDANICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang