54 Spesial Chapter

958 76 27
                                        

PERTEMUAN KEMBALI; SUARANYA, MATANYA, DAN SENYUMNYA.

"Seberapapun besarnya jarak. Jika semesta mengijinkan, pasti akan bertemu juga." BaraAira

***

Cuaca Endinburgh hari ini sedikit lebih dingin dari biasanya. Kabut kecil menyelimuti setiap jalan setapak. Tapi kota ini tidak pernah sepi. Pejalan kaki berlalu lalang ke sana kemari. Bangunan bangunan megah arsitektur abad pertengahan, menjadikan kota ini makin cantik. Endinburgh setelah hujan, memang sangat syahdu dan menimbulka jejak jejak rindu. Seperti Bandung. Bedanya di sini tidak ada orang yang berbahasa Indonesia. Atau mungkin Aira belum bertemu saja.

Aira menggosokan kedua telapak tangannya. Mencari kehangatan di balik dinginnya kota ini. Jauh perempuan itu berkelanan. Pergi ke kota terbesar kedua di Skotlandia. Aira kembali menapaki jalan yang terbuat dari batuan, dengan mantel coklat dan rambut coklat kehitamannya, perempuan yang telah tumbuh dewasa itu, menelusuri setiap bangunan bangunan bersejarah di sana. Langkahnya ringan, dan senyumnya sangat jelas terlihat di paras cantiknya.

Tring..

Aira mendongak ke atas saat ia mendengar bunyi pintu cafe yang ia buka. Dengan senyum dan wajah takjub, perempuan itu memasuki cafe yang cukup ramai. Di tambah dengan aroma kopi yang sangat kuat. Seperti biasa, Aira memesan satu cangkir hangat matcha latte. Karna hari ini dingin. Perempuan itu memilih yang hangat hangat untuk dirinya.

Aira duduk di dekat jendela. Matanya dengan binar bahagia menatap jendela yang menampilkan tetesan air setelah hujan. Suasan sunyi melingkupi perempuan itu, walaupun di sekitarnya ramai. Sesekali ia tenggelam pada lamunannya dengan secangkir mattcha late dalam genggamannya. Seperti kata Aira saat itu. Ia akan terbang bebas, kemanapun yang ia mau. Walaupu sendirian, tapi Aira percaya, cinta yang besar untuk dirinya sendiri, tidak akan membuat ia sengsara. Artinya, jika engkau dirimu bahagia. Maka cintai dirimu dengan sangat hebat. Karna semua keinginan hanya kamu yang mampu mewujudkannya.

"One iced americano,"

Aira tersadar dari lamunanya. Perempuan itu seperti kenal suara itu. Mata Aira langsung mengarah ke kasir. Di sana berdiri laki laki dengan matel hitam. Aira memperhatikan laki laki itu, sampai akhirnya laki laki itu membalikan badannya ke arahnya.

Aira terpaku, alisnya hampir menyatu. Di balik kota yang dingin ini. Di balik ribuan mill jarak, di balik tahun tahun yang terlewat, dan di balik bentangan dua benua yang sangat jauh, kenapa bisa mereka kembali bertemu. Di sini, di kota yang sama sama ingin mereka datangi.

Bara juga sama kagetnya dengan Aira. Laki laki dengan mantel hitam itu tidak melepaskan pandangannya dari bola mata Aira. Bola mata hitam pekat yang selalu ia ucapkan dulu, saat menatap mata Aira.

Suasana canggung tercipta di antara keduanya. Aira yang duduk di kursi, dengan Bara yang berdiri dengan iced americano di tangan. Setelah sekian detik mereka tenggelam pada masa lalu masing masing, akhirnya Aira memberikan senyum miliknya. Setelah itu ia langsung memutus kotak mata dengan Bara. Aira pikir, Bara akan pergi. Tapi ternyata tidak. Laki laki malah mendekat ke arahnya. Makin dekat, hingga Aira bisa mencium aroma parfumnya.

Aira mendongak ke Bara, masih dengan senyum yang sangat lebar di wajahnya. Alisnya naik satu, seolah olah memberikan pertanyaan ada apa kepada Bara.

"Orang Indonesia juga?" Tanya Bara tak terduga.

Aira di buat melongo dengan pertanyaan Bara. Tapi Aira secepatnya langsung menegakan tubuhnya dengan posisi yang benar. Dengan senyum yang ramah dan sikap yang sangat angun di buat buat. Aira mengangguk.

Bara terkekeh melihatnya. Sedangkan Aira menggaruk kepalanya.

"Boleh duduk sini?" Tanya Bara pada Aira.

BARA BRAYUDANICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang