51. Berhenti

1.6K 152 27
                                        

BERHENTI; Perjalanan ini sampai ke ego kita

"Harsa setiap kasih cinta selalu memiliki ego tak terlihat di dalamnya. Ketamakan manusia, bisa menghancurkan cinta yang telah berdiri,"

***

Suara kesal dan amarah yang di puncak kepala membuat gaduh kelas XII Ipa 1 pagi ini. Pelakunya tidak lain adalah Aira Almanovan.

Perempuan yang datang datang langsung meletakan tasnya di bangkunya dengan kesal, di sertai kata kata makian untuk satu orang, yaitu Bara.

"Gue kesel banget sama Bara!"

"Pokoknya kesel! Mau gue tarik rambutnya kalau ketemu gue!"

"Bisa bisanya dia ngambil kucing gue, ga bilang bilang!"

"Katanya, gue harus ambil sendiri di rumahnya!"

"HAH! GILA TUH ORANG!"

Aira berdiri dengan kedua tangan di pinggang di hadapan teman temannya yang bingung dengan kelakuan Aira pagi ini.

Teman sekelasnya yang lain hanya bisa menatap Aira penuh tanya.

"Lah itu kan pacar lo aneh," ujar Vensha.

"Ya tapi dia ngeselin dari kamaren." Adu Aira frustasi.

"Tinggal di omongin baik baik." Ucap Ivana.

"GA BISA!" Aira menjawab dengan lantang membuat semuanya terkejut. Dengan cepat perempuan itu menarik kursi dan duduk dengan sembarangan.

"Dari kemaren kalau kita berdua ngomong selalu ribut ujungnya." Ucap Aira dengan wajah lesu.

"Dan sekarang apa?" Tanya Geby. Penasaran apa yang membuat temannya itu kesal sekali dengan Bara.

"Dia ambil kucing gue Geb." Ujar Aira sedih.

"Ya tinggal di ambil," timpal Arinda.

Aira langsung melihat ke arah Arinda, "kenapa? Gengsi? Apa takut?" Tanya Arinda beruntun, yang mendapat decakan Aira

"Ya gitu lah." Ujar Aira, "kan dia yang ambil kucing gue kenapa gue yang harus ambil." Ucap Aira sambil melengos.

"Lagi beratem ya lo berdua?" Tanya Vensha dengan memincingkan matanya tajam.

Aira diam. Dan malah sibuk memebenarkan rambutnya.

"Fiks ini mah berantem. Bukan sekedar kesel doang." Ucap Vensha.

"Tumben banget lo berdua berantem, biasanya juga makan bareng, jalan jalan bareng." Sindir Vensha.

"Dikira kita ga bisa berantem apa. Namanya juga hubungan, wajarlah." Ujar Aira membela diri.

"Kali ini kenapa?" Tanya Ivana mencoba menengahi.

Aira menghela napasnya, "dia ga ngerti rasanya merjuangin apa yang kita perjuangin sampek mau mati." Ucap Aira kesal. Raut wajahnya benar benar menunjukan dirinya tidak main main.

"Bara memang ga tau gimana perasaan lo Ra. Begitupun sebaliknya. Tapi gue percaya, dia bangga sama lo." Ucap Ivana. Membuat pikiran Aira terlempar jauh dengan kata kata Bara tempo hari.

"Ra... lo sama Bara itu saling ngerti, kenapa jadi gini, ga mungkin kalau cuman itu aja. Apa jangan jangan ego kalian sama sama tinggi ya?" Ucap Arinda dengan nada bertanya.

Aira tidak menjawab. Perempuan itu malah kembali ke tempat duduknya. Membuka buku apa saja yang bisa menghalihkan pikirannya.

***

Arinda menyenggol lengan Aira ketika melihat Bara dan teman temannya memasuki area kantin. Seperti biasa, Bara bersama Cekra, Joko, Kevin, Deon dan Bams.

BARA BRAYUDANICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang