Setapak di kota Solo: Merajut kenangan
"karna denganmu hidupku lebih berwarna," Aira Almanovan
"salah satu hal beruntung itu adalah, ketika kamu bertemu mereka, yang dapat menghargai dirimu dan juga merangkul dirimu untuk berjalan bersama sama." G.O.VA
***
Pagi yang amat cerah di kota Solo. Mentari bersinar dari balik jendela kaca kamar hotel milik Aira. Perempuan itu berdiri di depan cermin sambil merapihkan penampilannya. Tak hanya ada dia di kamar itu, melainkan semua teman perempuannya ada di kamar dirinya.
Mereka sibuk memoles wajah mereka dengan cantik. Memilih pakaian yang menurut mereka cocok untuk mengelilingi kota Solo hingga sore hari. Tak lupa menata rambut mereka dengan rapih di depan kaca, yang membuat mereka berebut sedari tadi.
Suara ketukan pintu membuat mereka menoleh pada sumber suara. Vensha membuka pintu itu, munculah wajah Joko dan Deon yang sudah rapih dengan baju kemeja yang di lapisi oleh kaos putih di dalamnnya.
"lama banget woy," ujar Joko sambil melihat seisi kamar yang lumayan berantakan.
"di tungguin di bawah." Ucap Deon yang tangannya bertumpu pada pundak Joko.
"ya namanya juga perempuan, butuh waktu buat dandan." Jawab Vensha sewot dengan mengambil tasnya di sofa.
"udah sana! Bentar lagi kita nyusul." Karina mendorong Joko dan Deon untuk keluar dari kamar. Lalu menutup pintu begitu saja.
"SEPULUH MENIT WOY!!! JANGAN LAMA!!!" suara itu terdengar dari balik pintu.
Laki laki mana tau seberapa usahanya perempuan untuk tampil cantik. Bahkan waktu tiga puluh menit saja terasa sebentar. Menjadi cantik bukan hanya untuk membahagiakan orang yang kita sayang, tapi juga untuk membahagiakan diri sendiri. Walaupun kata orang, tampil apa adanya itu lebih baik. Tapi, jika kamu merasa lebih baik dan percaya diri saat berdandan, maka lakukanlah. Karna bahagia itu kamu yang ciptakan.
***
Cuaca Solo yang tidak terlalu panas saat pagi menjelang siang ini, menyambut kedatangan mereka semua di depan pintu masuk pasar Gede Solo. Pedagang pedagang sudah terlihat dari pertama kali mereka keluar dari mobil. Untuk sekelas pasar tradisional, pasar Gede Solo termasuk pasar yang cukup rapih dan tertata. Dengan atap bangunan seperti kontruksi rumah joglo dan desain jendela yang tinggi seperti arsitektur zaman colonial.
Aira terlihat fresh dan cantik seperti buah lemon yang mengkilat. Karna permpuan itu memakai dress kuning bertingkat dengan corak bunga kecil, tak lupa dengan pita yang tercepit di rambutnya. Sedangkan Bara menggunakan celana coklat di padukan dengan kaos polo putih milik brand Ralph Lauren, di tambah sweater rajut abu abu yang ia ikatkan di lehernya.
Cekra dan Vensha berjalan pertama kali untuk masuk ke dalam pasar Gede, di ikuti yang lain. Sedangkan Bara dan Aira berjalan di palig belakang. Untuk pasarGede sendiri, merupakan pusat hunting kuliner yang wajib sekali kamu cobain kalau main ke Solo. Jadi untuk pagi menjelang siang ini, mereka akan berburu makanan murah meriah tapi enak dan juga legend. Lihat saja, kepala mereka menoleh ke kanan kiri sambil membaca beberapa tulisan makanan yang mereka lewati.
"Joko say hello Jok." Aira yang memegang kamera Bara, mengarahkan kamera itu ke Joko yang kebetulan berjalan di depannya.
"hello guys..." sapanya ke arah kamera yang di pegang Aira.
"hari ini kita mau jelajah kuliner di tempat yang legend banget di Solo. Kita mau cobain beberapa makanan yang katanya rekomendasi banget." Ujarnya sambil menunjukan ponselnya yang memperlihatkan rekomendasi berbagai makanan di pasar Gede.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA BRAYUDANI
RomanceBAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
