33. CONSTELLATION

8.2K 650 120
                                        

KONSTELASI; SIAPA? CEMBURU? STAR

"Dia menjadi rumah pulang yang baru untuku. Semoga begitu juga diriku untuknya," Aira Alma

 Semoga begitu juga diriku untuknya," Aira Alma

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Cinta itu sulit di jelaskan. Seberusaha apapun kamu melakukannya. Tidak ada yang benar benar tepat dalam menggambarkan arti sebuah cinta. Karena, pada dasarnya cinta itu adalah sebuah rasa. Perasaanmu yang akan mengerti tentang apa itu cinta, jika bertemu dengan orang yang sangat tepat denganmu.

Dan yang Aira rasa untuk Bara, jauh lebih dari kata bahagia jika berdekatan dengan laki laki yang sedang memakai bando kelinci berwarna ungu itu. Lihat saja bagaimana dia tersenyum menatap Aira dengan pandangan teduhnya. Seolah olah, di sanalah Aira bisa pulang dengan nyaman.

"aku lucu ga pake beginian?" tanyan Bara yang tiduran di sofa ruang keluarga rumahnya. Tangannya menjawil jawil kuping kelincinya yang ia pakai. Aira yang tidak jauh dari tempat Bara tiduran mengangguk.

"luculah orang aku yang pakein." Aira sibuk membaca urutan skincare yang ia ambil dari kamar Bara. Tak lupa berbagai masker wajah yang sengaja ia ambil dari kamar Kak Berlian dengan izin perempuan itu.

"mamah kamu kok ga pulang pulang?" tanya Aira sambil menengok ke arah Bara yang ternyata sedang berkaca di ponselnya, "dih narsis banget kamu," cibir Aira sambil beranjak ke arah Bara tiduran.

"pantesan aku banyak yang suka orang ganteng gini," bukannya menjawab perntanyaan Aira, Bara malah berucap hal yang melenceng. Percayalah hanya di depan Aira Bara bisa bersikap bak bunny kecil yang imut. Coba saja di hadapan musuh dan temannya, sudah pasti seperti singa yang sedang kelaparan.

Aira mengambil ponsel milik Bara. perempuan itu mendelik tajam pada Bara, "sayangnya, mereka cuman mimpi buat dapetin kamu. cuman aku pemenangnya." sombong Aira yang ikutan duduk di sofa yang sama dengan Bara.

Bara terkekeh mendengarnya, ia memegangi tangan Aira dan menciumnya berkali kali karna gemas. "iya iya pumkin kesayangan." ucapnya dengan menduselkan kepalanya di lengan Aira.

"awas luka kamu kesenggol!" peringat Aira. Bara hanya menggeleng. "udah sembuh." gumam Bara.

Aira menatap Bara yang sudah dengan posisi siapnya. Laki laki itu bahkan sudah menutup matanya dengan tangan bersedekap dada.

Aira mulai dengan ritual yang pertama. Perempuan menempelkan kapas yang sudah di beri micellawater ke wajah Bara. Mengusap wajah itu perlahan lahan.

"Jangan tidur!" Peringat Aira. Bara yang masih memejamkan matanya hanya bisa mengangguk.

Aira mengaduk aduk bubuk masker wajah di dalam mangkuk pelastik kecil. Terlihat gumpalan kental di dalam mangkuk itu. Dengan kuas masker yang berada di genggaman Aira, perlahan ia mengolesi wajah Bara sampai rata dengan masker wajah.

Kipas portabel mini, Aira arahkan ke wajah Bara supaya masker yang Aira ratakan tadi cepat menggering.

"Jangan di gerakin mukannya! Nanti ancur." Aira berucap dengan wajah cemberut. Bara hanya membuka matanya tanpa bicara. Pasalnya tangan Aira sudah terlebih dahulu berada di bibirnya. "Ga usah ngomong!" Mata Aira melotot yang nampak jauh lebih lucu di mata Bara. Bara mengelus kepala Aira, bentuk respon laki laki itu, karna tidak di izinkan berbicara.

BARA BRAYUDANICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang