47. Runtuh

2K 206 22
                                        

RUNTUH: MENUJU AKHIR

Hukum Newton I :

"Suatu benda akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali jika ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut." —Bara Brayudani

"Manusia melewati batasan batasan mereka, hingga menimbulkan kegaduhan pada hidup orang lain," —Aira Almanovan

***

Bara menatap dengan mata tajam namun penuh dengan kepuasan. Di depannya, tergambar langsung penangkapan Leon dan teman temannya yang sedang mengonsumsi obat obatan terlarang.

Di tempat yang tak terduga ini, ternyata Leon dan teman temannya sering memakai dan memperjual belikan barang haram tersebut.

Bara tersenyum simpul, kedua tangannya ia masukan ke dalam saku jaket hitam miliknya yang tersapat tulisan kecil G.O.VA di dada bagian kiri.

"Sebagai saksi kalian semua akan di minta untuk memberikan keterangan tentang apa yang kalian lihat atau dengan tentang kasus ini." Ucap Salah satu kepala polisi yang menghampiri Bara dan rekan rekan yang lain.

Bara menjabat tangan polisi itu dan menganggukan kepalanya, "kami semua siap menjadi saksi dalam persidangan pak," ujar Bara tak lupa senyum yang sangat berbeda saat ia melihat satu persati anak anak Gimbal di tangkap.

"AWAS LO BARA!!!" Teriak Leon yang berontak saat laki laki itu keluar dan rumah dan ingin di masukan ke dalam mobil. Dalam raut matanya terpancar rasa tak terima. Tapi berbeda dengan Bara yang sangat amat puas.

"Hukum netwon I," ujar Kevin yang berdiri samping Bara.

Bara terkekeh, "suatu benda akan diam atau tetap bergerak lurus, jika tidak ada gaya yang mempengaruhinya." Ujar Bara dengan sorot mata yang tak lepas dari mobil polisi, memperlihatkan bagaimana Gimbal hancur dalam semalam.

Joko mendelikan matanya, "susah memang memahami bahasa planet lain." Ucap laki laki yang hampir terkena suntikan haram milik Leon.

"Setelah ini lo mau apa Bara?" Tanya Cekra yang melihat ke arah Bara.

"Gue ga pernah ngelakuin apa apa Cek." Ujar Bara. Laki laki itu berbalik arah ke motornya setelah melihat mobil polis sudah mulai pergi dari area sekitar.

Anak anak inti G.O.VA mengikuti Bara ke arah motor mereka. Area sekitar yang tadinya heboh dan sangat ramai akan penangkapan Leon sekarang, orang orang mulai meninggalkan lokasi.

"Apa yang lo lakuin sama Beni sampai dia mau ngelakuin hal ini?" Tanya Real. Wah Bara, harus memberikan temannya A plus karna tau apa yang Bara lakukan.

Bara yang ingin mengenakan helmnya pun urung mengenakannya. Bara menatap Real dengan senyum penuh arti.

"Orang orang seperti mereka tidak ingin scandal buruk apapun untuk menunjang citra baik di depan publik. Dan Beni ga sebodoh itu, untuk mengorbakan hal besar karna noda sebuah noda kecil." Bara senyum dengan penuh kemenangan sebelum kembali mengenakan helm full facenya.

"Ya udah lah. Sekarang kita happy happy aja. Apapun yang bakalan kejadian nanti kita pikirin nanti." Ujar Bams yang di setujui oleh mereka semua.

Jalanan malam yang tampak ramai dengan gedung gedung pencakar langit yang menjadi pandangan indah sepasang mata, suasana dingin angin malam yang berusahan menembus lapisan jaket hitam mereka, dan bahagia yang nampak terpancar dari setiap sudut mata di balik kaca helm full face mereka.

Malam ini, mereka sudah membereskan satu hal yang menjadi hal hal buruk yang selalu membayangi mereka semua, anak anak G.O.VA. Melihat Gimbal hancur menjadi kepuasa di mata mereka semua, bukan hanya Bara.

BARA BRAYUDANICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang