BAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
"sedetik kemudian, cinta adalah tentang dirimu yang menjadi bagian hidupnya. Lalu kamu di hargai sepenuh hati. Begitupun sebaliknya." —dillpy
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi ke sini naik apa Aira?" Tanya mamah Bara. Mereka bertiga dengan kak Berlian sedang bercengkraman di dapur. Dua orang gadis memperhatikan mamah Bara yang menuang puding coklat ke cetakan.
"Naik wuling biruku tante." Jawab Aira dengan penuh senyum.
"Wuling mobil mungil itu?" Tanya mamah Bara sambil terkekeh. "Tante pengen deh bawanya."
"Emang ga pengap ya Ra?" tanya kak Berlian.
Aira langsung memasang tanpang murung yang di buat buat. "Ya ga lah kak! Kan ada acnnya." Tidak terima mobil mungil kecil imut dengan bulu mata cetar miliknya di hina.
"Aneh juga kamu ini kak." Kekeh mamah Bara.
"Tante kalau mau bawa ga papa tante bawa aja." Ujar Aira lagi.
"Oke deh nanti tante pinjem sama kamu. Kalian ini jadi kan ke mall?" Tanya Mamah Bara.
"Jadi, tapi, Baranya lama." Ujar kak Berlian sambil melihat jam nya.
"Loh sama Bara toh, ga berdua aja nih?" Berlian menggeleng. "Minta bayarin dia aja Ra." Kikik Berlian.
"Nah itu orangnya," mamah Bara menunjuk anak laki lakiknya yang membuat kedua perempuan itu menoleh.
"Kok ga ajak!" Seru Aira ketika Bara menghampirinya dan langsung mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Tiba tiba di ajak papah. Emang mau bangun pagi?" Aira menggeleng. Bara membawa Aira kedekapnnya.
Laki laki itu masuk dengan celana panjang yang di balut dengan kaus coklat serte menggunakan topi. Tampak pas di tubuhnya yang tinggi dan proposional.
"Papahmu mana?" Tanya mamah Bara yang masih sibuk kolar kilir dapur.
"Sama temennya tadi masih ngobrol." Jawab Bara.
"Yok lah berengkat sekarang, ambil tas dulu di atas." Ujar kak Berlian yang turun dari kursi bar.
"Tante aku di beliin gelang baru sama Bara." Aira menunjukan gelang pandora yang ia pakai di tanggannya.
"Makanya jangan teledor!" Bara menyetil pelan hidung Aira.
"Ilang?" Aira menganggukan ucapan Mamah Bara.
"Cantiknya," puji mamah Bara saat melihat gelang milik Aira. Gelang pemberian Bara yang datang ke rumahnya tiba tiba sambil menyodorkan paperbag dari pandora itu.
"Ayo lest go!!!!" Berlian merangkul kedua pasangan itu untuk segera berangkat ke tujuan awal mereka. Ya itu mall, tentu saja untuk shoping.
Mamah Bara yang melihat itu semua hanya tersenyum bahagia saat melihat ketiganya akur.