Follow IG @dillapalepyy @dilwapstor @g.o.va untuk info dan notifikasi
***
Suara musik blackpink HOW YOU LIKE THAT berbunyi keras di markas G.O.VA
Pelakunya tidak jauh dari Joko. Anggota
G.O.VA sekarang berkumpul di markas
G.O.VA dan warung mang Docil. Suasana di sana pecah, seperti party.
Lampu kelap kelip, botol botol soda, dan orang berjoget ria terdapat di dalam markas. Sudah seperti club milik sendiri.
"HOW YOU LIKE THAT TERERET TERERET!!!!" Joko teriak teriak di antara kerumuman anggota G.O.VA yang berjoget.
"sebenernya gue pusing kalo gini," komentar Kevin. Laki laki itu duduk di sofa bersama Bara. Bara menengok ke arah temannya yang memperhatikan mereka yang berjoget.
"semua itu ga bakalan ke ulang dua kali vin," jawab Bara, "selagi ada nikmatin
aja,"
Mereka sudah sangat sering berkumpul di sini setiap malam. Jika kalian mencari
G.O.VA di malam hari, di sinilah tempatnya. Semua anggota pasti berkumpul di sini. Dari 300an orang pasti memenuhi area markas dan warkop Mang Docil. Depan, samping, serta bagian dalam pasti ramai. Ada yang pergi ada pula yang datang. Bergantian.
"JOGET LAGI WOY!!!!!" teriak Deon di atas kursi plastik. Sama hebohnya dengan yang lain. Cekra, Deon, Bams, Real, serta Joko memimpin mereka semua yang joget joget. Minuman soda itu sudah mereka anggap seperti alkhol. Di tuang di gelas gelas kecil dan di angkat ke atas dengan tangan mereka.
Hampir setengah jam mereka melakukan hal seperti itu. Mereka tidak akan bethenti jika belum lelah atau bosan.
Joko menyudahi acara yang mereka buat. Laki laki itu sudah tepar di samping Bara. Deon dan Bams memilik untuk ke warung mang Docil, untuk membeli minum. Real dan Cekra sedang di bagian salon.
"ngapa lo? sekarat?" tanya Bara jail.
"anjing lo Bar!" umpat Joko. Kevin yang tadinya fokus ke ponsel mengarahkan pandanganya ke Joko. "Gilang!! Sini lo," panggil Joko pada adik kelasnya. Yang sudah masuk jabatan kadidat inti angkatan 13.
"apaan bang," jawab Gilang tidak iklas saat menghampiri Joko.
"beliin gue minum dong. Tolong." minta Joko
"masih lengkap tuh kaki bang," jawab Gilang.
"masyaallah pelit amat. Kuburan sempit baru tau rasa lo," cibir Joko.
Gilang mengehela nafasnya malas, "emang udah sempit." jawabnya, saat Gilang melihat Joko ingin protes lagi, laki laki itu sudah terlebih dahulu memotong ucapan Joko, "sini lah bang. Gedek gue denger lo ngebacot," sahut Gilang tidak ikhlas. Pergi kesamping untuk ke warung mang Docil.
"kenapa juga di pilih jadi kadidat," protes Joko. Memanyunkan bibirnya.
"ngapa lo? Mau protes? Sama Bara sana," sahut Real. Dirinya telah duduk di bangku yang sama oleh Cekra. Berdekatan dengan ketiga temannya.
"ngapa?" tanya Bara. Laki laki itu sedari tadi terfokus ke game di ponsel nya. Bermain bersama Kevin dan Bams. Bams dan Deon masih di warung mang Docil. Sedang makan.
"enggak," jawab Joko cepat. Takut kena semprot Bara.
Makin malam suasana di sana makinlah ramai. Kebiasaan anak anak laki laki yang sering menongkrong jika pulang pastilah jam jam 1 ke bawah.
"Leon pindah. Udah ga di sini lagi," ucap Real. "semenjak kasus waktu itu. Orang tuanya bawa pindah kota," jelas Real. Menghembuskan asap rokoknya.
"markas mereka?" tanya Kevin.
"udah ga di tempatin. Semenjak bubar waktu itu." jawab Bara menimpali.
"tapi warung sekolah SMA Bayangka masih digunain sama anak anak Gimbal waktu itu." ucap Cekra. Melirik ke arah teman temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA BRAYUDANI
RomanceBAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
