Follow IG @g.o.va @dillapalepyy @dilwapstor untuk info dan notifikasi
***
Dugaan mereka salah. Salah jika orang lain tidak mengganggu mereka kemarin malam. Selepas mengantar pulang para perempuan, anak anak G.O.VA kembali lagi ke markas. Mereka semua membereskan semuanya. Agar tidak terlalu berantakan.
Sekitar pukul satu malam mereka konvoi untuk pulang bersama. Tapi semalam anak anak G.O.VA mengalami kendala di ban. Tiba tiba beberapa ban anak anak
G.O.VA yang lain bocor, Bara yang mereasakannya pertama.
Setelah di priksa ban ban mereka semua sama masalahnya, sama sama terkena paku. Jelas mereka marah. Ini pasti di sengaja. Tidak jauh dari mereka berhenti, bertaburan paku paku di jalan.
SANTERA dalang dari semuanya. Leon Gershawibawa dengan anak buahnya yang menggunakan motor antik jaman dulu. Jaket kulit coklat dengan lambang baru. Tersenyum mengejek pada mereka malam itu. Setelah mereka menapakan diri di hadapan anggota G.O.VA.
"motor Vespa gue harus di rawat dulu kan. Anjing banget Leon babi satu itu!" umpat Joko. Pagi pagi sekali laki laki laki itu sudah mecari dosa.
"bukan motor lo aja kali bwambwang," ucap Bams, "Bara juga toh."
"Bener bener memang Leon itu. Bakar aja Bar bakar markasnya." ucap Joko, "lo tinggal kasih perintah maju kita!!!" ucapnya mengebu ngebu.
"kalo gitu sama aja cari mati kita," jawab Bara.
"ya galah kita pasti menang." Joko percaya diri.
"menang iya, Bubar iya." ucap Kevin. Joko tersadar atas apa yang akan terjadi jika itu benar benar mereka lakukan.
"bukan gitu cara mainnya Joko," ucap Bara. Biarkan ketua mereka yang mengatur semuanya. Bara tau bagaimana cara melindungi dan menumbangkan.
"toh Joko inget pake otak jangan emosi terus," ucap Bams memukul bahu Joko.
"cerewet sih lo. Kek anjing
menggonggong, " ucap Cekra. Motor laki laki itu tidak pecah ban soalnya.
"lo punya masalah apa sama gue sih kra. Ngehina tros! Sakit hati gue di hina teros." curhat Joko Hiperbola.
"lo itu hidupnya penuh masalah Jok. Idup lo emang ga pernah bener," timpal Bams, "mami lo sedih ngelahirin lo," sambungnya.
"emang lo kasih apa ke mami lo?!" balas Joko kesal, "pacaran kok sama cabe cabean," cibirnya.
"jomblo ga laku laku aja di banggain," cibir Cekra, "tebar tebar pesona sana sini ga ada ya doyan,"
"gue bungkus lo lama lama. Sekalian pake kafan," greget Joko.
"nanti gue di selamatin sama pocongnya. Mau apa lo." jawab Cekra.
"Bar Vin lo bantuin gue kenapa sih." ucap Joko meminta pertolongan pada temannya yang duduk sebangku itu, "lama amat sih Deon ga dateng datang," kesal karna teman yang biasanya membatunya tidak terlihat.
"kasian ga ada yang belain!!!" ejek Bams, "bungkus Joko bungkus!!!" serunya.
"pakek kresek item. Masukin, iket, buang ke kali," ucap Cekra menjadi jadi.
"TUBO GUE AJA TEROS!!!" kesalnya.
"biasanya Deon yang pagi," ucap Kevin. Deon biasanya datang lebih awal dari mereka namun kini sampai sekrang belum terlihat.
"lagi boker," jawab Bara.
"sok tau lo," ucap Cekra.
"nebak aja," jawab Bara.
"my best friend gue yang paling the best ga bangsat kek yang di deket gue ga datang dateng." ucap Joko.
"pergi sana lo. Ga usah gabung G.O.VA
lagi." ucap Cekra, "gue sebagai wakil ketua menurunkan Joko Abdullah dari inti ke tukang parkir sekolah." Cekra mengepalkan tangnnya dan memukulnya ke meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA BRAYUDANI
RomansaBAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
