MERELAKAN: Yang hilang dan yang kembali
***
Ada banyak hal yang harus di lakukan setelah kehilangan seseorang. Salah satunya menghibur diri dengan mengambil apa yang paling berharga milik orang tersebut.
Cotohnya seperti Bara pagi ini, di area ruang makan dengan ornamen mewah dengan pintu kaca yang terbuka lebar ke arah taman, laki laki itu berjongkok memberikan makan kucing putih milik Aira yang ia ambil diam diam.
"Sejak kapan kamu pelihara kucing?" Tanya kepala keluarga rumah besar itu setelah menghabiskan makanan yang di buat istri tercintanya.
"Sejak putus dari Aira," jawab kak Berlian sambil menyuapkan sepotong daging kedalam mulutnya.
Terlihat kepala keluarga itu menaikan alisnya sambil meminum kopi hitamnya.
"Kok bisa?" Tanya Bapak Yudani pada putrinya.
Berlian yang mendapatkan pertayaan itu hanya mengedikan bahunya tak tau. "Ga tau anaknya ga mau cerita," jawabnya.
"Itu Aira nyariin kucingnya ga Bara?" Tanya Ibu Yudani pada putranya yang habis selesai memberikan makan kucing putihnya.
"Kalau dia mau ambil udah aku suruh ke rumah," ujar Bara sambil duduk di bangku samping mamahnya.
"Alah! Akal akalan anak teknik," dengus Berlian.
Bara memutarkan bola matanya, malas sekali pada kakaknya itu.
"Ga boleh gitu." Ujar Ibu Yudani pada putranya.
Bara hanya tersenyum, mengambil tangan perempuan yang paling ia sayangi di dunia ini, lalu mengecupnya dengan sayang.
"Ga papa mah, sekali sekali." Ujarnya sambil terseyum.
"Jadi yang ke Lombok itu gara gara dia galau?" Tanya Bapak Yudani pada putrinya, yang langsung di angguki Berlian.
"Betul sekali pah. Mana ngabisin uang banyak lagi." Ucap Berlian.
Bapak Yudani hanya menggelengkan kepalanya atas kelakuan Bara tempo hari yang tiba tiba ingin ke Lombok dan mengangkut mobil di garasi untuk di terbangkan langsung ke Lombok.
"Kamu itu mau sekolah tapi ga pakai seragam," ucap Bapak Yudani. Melihat putranya yang hanya memakai kaos hitam dan celana trening hitam putih merek adidas.
"Hari ini mau tanding basket papah," ucap Bara sambil mengunyah nasi di mulutnya.
Malas sekali rasanya Bara hari ini, sepertinya semua orang memperhatikan dirinya. Ia, memang benar Bara lagi galau, tapi tidak usah di perhatikan dari ujung kaki sampai kepala, seolah olah Bara terlihat kasian sekali.
"Ga papa putus dari Aira? Kan kamu bucin banget sama dia," ujar Ibu Yudani hati hati pada putranya.
Bara menghela napasnya, "ga papa mamah," ucap Bara dengan senyum yang lebar.
Ibu Yudani yang melihat itu hanya bisa menepuk bahu putranya.
"Ga papa, memang ga semua hubungan itu sempurna. Mengobati boleh, tapi berhenti berjalan itu tidak boleh," wejengan pagi ini sungguh luar biasa dari Ibu Yudani untuk putranya.
***
Mobil audi hitam milik Bara berehenti di parkiran sekolah. Pemiliknya keluar dari mobil dengan baju basket yang ia sampirkan di pundaknya.
Parkiran sekolah ramai dengan anak anak dari sekolah lain yang juga baru datang seperti Bara. Kali ini, parkiran sekolah lebih ramai dari biasanya.
Mata Bara yang melihat sekeliling, tiba tiba terfokus pada satu motor yang sangat familiar untuknya. Ya benar, motor metic biru milik Aira yang terpakir paling depan. Pertanda perempuan itu datang pagi pagi sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA BRAYUDANI
RomansaBAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
