KELULUSAN; SELAMAT TINGGAL
"Mungkin, sebagian hal akan tetap menjadi abadi. Walaupun waktunya sudah selesai."
***
Bicara tentang perasaan, cinta dan sayang. Terkadang membawa dua hal yang sangat bertolak belakang. Yang pertama, kamu bisa menjadi orang paling bahagia. Kedua, kamu bisa menjadi seseorang yang paling patah hatinya.
Dan itu adalah resiko yang harus kamu hadapi.
Kehilangan seseorang yang mungkin amat kamu cinta, membiasakan diri untuk ruang hampa yang amat membuatmu kebingungan, atau malah, belajar menerima dan memulai kembali semuanya dari awal.
Hiasa cantik di sepanjang lapangan, panggung yang telah siap, suara gemuruh bahagia siswa siswi, dresscode dengan warna hitam putih adalah tema perpisahan tahun ini.
Iya mereka semua telah memasuki babak akhir dari semuanya. Perpisahan itu di ujung mata. Setelah menyelesaikan rangkain acara di aula utama. Selanjutkan acara akan di lakukan di luar rungan. Bertema bebas, untuk membuat memorial yang akan di ingat.
Para inti G.O.VA sibuk di tengah tengah acara. Kecuali Bara. Laki laki itu tidak ada di sana. Dan Kevin tau bahwa temannya itu pergi. Sudah cukup lama, akhir hubungan Aira dan Bara. Tapi ternyata masih membekas sampai titik terakhir mereka. Sejak saat itu, sulit melihat mereka bertegur sapa.
"Bara mana?" Tanya Cekra dengan kedua alis terangkat. Mencari Bara di antara banyak orang di tengah lapangan.
"Ada urusan." Jawab Kevin. Tangannya memilih melambai kepada Ivana yang baru datang bersama teman temannya.
"Ya udah. Gue urus ini dulu. Nanti gue cari kalau udah mau mulai." Ucap Cekra yang di angguki Kevin.
"Bara ga ada?" Tanya Joko yang melipir ke Kevin. Laki laki dengan rambut sedikit kriwil itu, hari ini tampil cukup berbeda. Celana hitam bergaris dengan atasan pendek putih, dan rambut yang di tata rapih, memberikan kesan rapih.
Dari mata Kevin, Joko tau jawabannya.
Laki laki itu menggelengkan kepalanya, "kalau soal hati itu memang susah sih. Tapi ga nyangka Bara bisa berubah gitu." Ujar Joko.
"Biarin aja." Ucap Kevin dengan mempererat genggamannya pada Ivana.
"Aira mana Ve?" Tanya Deon laki laki itu datang dengan Bams. Mereka berdua tampil tak kalah mempesona seperti Joko. Bisa di kata, enam inti G.O.VA ini tampil dengan pesona mereka kali ini. Dan tetap memiliki pusatnya sendiri.
"Nanti nyusul katanya. Liat Cekra ga sih?" Tanya balik Vensha.
"Lagi sama ketua osis. Mau kordinir yang lain dulu katanya." Jawab Bams.
"Poto dulu lah guys. Buat jj. Mayan dah kece begini gue." Ujar Joko. Mengelurkan ponsel dengan logo apel tergigit itu.
"Sok kegantengan lo!" Seru Vensha.
"Memang ganteng," ujar Joko tengil. Yang mendapatkan putara bola mata oleh Vensha.
Akhirnya mereka bersua poto bersama. Walaupun ada argumen kecil karna perempuan perempuan itu butuh angel foto yang pas agar mereka cantik paripurna.
Di balik acara yang meriah dan sangat penuh warna ini, ternyata masih ada dua hati yang seakan semu.
***
Suara langkah yang mantap menggema di sepanjang koridor. Bara dengan langkah tegap dan dua tangan di masukan di celana dasar hitamnya mengarah ke salah satu sudut yang sudah di hias dengan cantik.
MADING SEKOLAH
Sepatu hitam milik Bara berhenti tepat di depan mading itu. Mading yang telah di hias dengan cantik dan memuat informasi tentang sekolah dan anak anak di dalamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BARA BRAYUDANI
RomansaBAGIAN DUA DARI BARA [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Geng besar yang di pimpin seorang Bara Brayudani, membawa namanya melambung di seantero SMA PK di akhir masa jabatannya sebagai ketua G.O.VA. Laki laki yang di sukai banyak perempuan itu telah mema...
