43. Boneka bulan

24.7K 2.2K 271
                                        

 "Karena bagiku, mencintaimu saja adalah hal istimewa."

-Boy Candra-

***

Bulan selesai siap-siap bertepatan dengan Aksara yang baru saja sampai di depan rumahnya. Di tengah perjalanan pulang dari rumah Aksara tadi, laki-laki itu bilang akan mengajak Bulan jalan-jalan ke pasar malam. Gadis dengan kaos berwarna pink dan celana serut hitam itu melambaikan tangannya saat melihat Aksara dari kaca jendela mobilnya yang dibuka.

Aksara turun dan menghampiri Bulan. Laki-laki dengan kaos putih dan celana jeans selutut itu terlihat sangat keren. Di tangan kirinya terlilit gelang hitam yang tak lain adalah gelang couple dengan Bulan.

"Malam, tuan putri," sapa Aksara.

Bulan tersenyum. "Malam juga, pangerannya Bulan."

Aksara menyelipkan sejumput rambut Bulan ke belakang telinganya. "Siap jalan-jalan?"

"Siap, Aksara."

Aksara hendak menggandeng tangan Bulan, tetapi ada sesuatu yang tiba-tiba menarik Bulan menjauh darinya.

"Mau ke mana malem-malem?" tanya seseorang dengan nada sinis.

"Abang, sakit tau narik tangan Bulan tiba-tiba," protes Bulan.

Bintang menatap Aksara dari atas sampai bawah dengan pandangan tak suka. "Mau bawa adek gue ke mana lo?"

"Pasar malam, bang," balas Aksara berusaha ramah.

"Enak aja sembarangan bawa adek gue," ucap Bintang. "Udah bilang belum sama mama?" tanya Bintang pada Bulan.

"Udah, bang," jawab Bulan.

"Sama papa?"

"Udah, bang."

"Sama nenek?"

"Udah, bang." Tambahan informasi. Ibu dari ayah Bulan tinggal bersama keluarganya.

"Sama kakek?"

"Ud--eh? Abang gimana sih? Kan kakek udah meninggal, bang."

"Berarti kamu belum bilang kan sama kakek?" tanya Bintang dibalas gelengan oleh Bulan. "Kalau gitu kamu gak abang bolehin pergi."

Bulan membelalakan matanya. "Loh kok gitu sih, bang? Bulan udah bilang sama mama sama papa. Mama sama papa bolehin Bulan kok."

"Abang yang gak bolehin," ucap Bintang. Bintang menarik tangan Bulan. "Masuk."

Bulan menepis tangan Bintang. "Ih, abang! Bulan gak mau! Bulan mau jalan-jalan sama Aksara."

"Gak. Abang gak percaya sama dia. Bisa-bisa kamu kenapa-kenapa lagi ntar," kata Bintang.

"Saya pasti jagain Bulan, bang," ucap Aksara.

"Diem lo ya! Gue gak ngomong sama lo," ujar Bintang pada Aksara.

"Abang! Jangan galak-galak sama Aksara!" kesal Bulan.

"Kamu gak usah belain dia. Abang gak mau kamu pergi sama cowok gak jelas. Ntar kalau disakitin kan yang rugi abang. Duit abang abis buat beliin kamu permen sekardus," ucap Bintang. Dia sudah kapok dengan Bulan yang nangis terus-terusan karena putus dengan mantan terakhirnya itu.

"Abang gimana sih? Aksara jelas tau. Memang abang gak kelihatan Aksara?" tanya Bulan bingung. "Kalau gitu abang kayaknya harus pergi dokter mata deh. Mending sekarang abang pergi aja ke dokter mata. Bulan mau jalan-jalan sama Aksara. Dadah, abang." Bulan mendekati Aksara.

AKSARA (PRE-ORDER)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang