Harga diri menentukan seberapa pantas seseorang dihormati.
-Aksara Archernar-
***
Aksara sedang berjaga di gerbang depan sebuah rumah mewah. Malam ini Quarlesi mendapat pekerjaan untuk menjaga acara ulang tahun sebuah perusahaan. Mereka biasa terbagi menjadi tiga bagian. Bagian depan, tengah, dan belakang.
Meski geng milik SMA Cahaya ini terkenal akan kebrutalannya, tapi mereka tidak pernah seperti yang orang-orang katakan. Narkoba, tindakan kriminal, mencari uang dengan cara busuk. Itu semua tidaklah benar.
Quarlesi mengumpulkan uang dengan menjaga keamanan di malam hari. Ini sudah jadi kebiasaan turun-temurun sejak angkatan Quarlesi yang pertama. Salah satu alasan kenapa Quarlesi di sewa untuk menjaga keamanan yaitu sudah pasti karena biaya yang di patok cukup murah. Quarlesi juga tidak akan segan-segan untuk mengerahkan lebih dari seratus orang untuk acara besar.
Hasil dari pekerjaan Quarlesi bukan semata-mata untuk kesenangan mereka. Mereka banyak menggunakannya untuk hal-hal positif. Mereka suka membantu anggotanya yang sedang kesulitan ekonomi. Dan yang penting, setiap tahun mereka pasti akan mengadakan kegiatan sosial di panti jompo.
"Makan tuh, Sa. Udah di siapin nasi kotak." Ray datang dan duduk di sebelah Aksara.
"Nanti deh." Aksara kembali menatap pagar luar yang diterangi oleh lampu jalan. Kejadian tadi siang membuat pikiran Aksara di penuhi oleh Bulan.
"Awas lo kesambet malem-malem gini melamun," ucap Vian.
"Setan mana yang berani nyambet si bos?" tanya Horas. "Dah keburu dihajar duluan kali."
"Awas, Ras, ngehina setan. Ntar lo lagi yang disambet," kata Figo.
"Amit-amit, Go. Tapi gak pa-pa deh kalau setannya cantik mah."
"Yeh jones!" cibir Doel.
"Yeh tukang selingkuh!" Cibir Horas balik membuat teman-temannya tertawa.
"Udah jangan berisik. Nanti keganggu acaranya," kata Aksara. "Abis makan balik sana ke belakang."
***
Satu hal yang Bulan perlukan sekarang adalah buku paket bahasa Indonesia. Bulan lupa membawa bukunya yang kemarin ia simpan di laci kamarnya. Sepuluh menit lagi pelajaran akan segera di mulai. Bulan tidak mungkin kembali ke rumah mengambilnya.
Bulan melihat jadwal pelajaran kelas lain untuk tahu kelas mana yang mempunyai jam bahasa Indonesia juga. Dua belas IPA 2. Bulan berjalan menuju kelas itu. Dia tidak terlalu kenal dengan anak-anak di sana. Sebatas tahu namanya saja. Bulan sangat berharap ada yang berbaik hati meminjamkannya.
Bulan melihat Aksara berdiri di depan kelas dua belas IPA 2. Bulan bersorak kecil dalam hati. Ia segera menghampiri Aksara.
"AKSARA!" Bulan terlalu semangat hingga tak sadar membuat teriakan melengking yang mengagetkan Aksara. "Aksara kelasnya di sini kan?"
Aksara menghela napasnya kasar. Mau apalagi gadis itu? Tidak ada puas-puasnya dia mengganggu Aksara.
"Aksara, iya, kan?" Aksara diam. Ia melirik malas ke arah Bulan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA (PRE-ORDER)
Romance[PEMESANAN NOVEL BISA MELALUI SHOPEE ANDROBOOKS] Rembulan Aldera. Bernasib sial karena harus berurusan dengan ketua geng sekolahnya, Aksara Archernar. Karena kesalahannya melempar Aksara dengan sepatu, membuatnya harus menanggung malu akibat perbuat...
