Kalau kamu cari yang cantik, putih, pinter. Aku mundur.
Tapi kalau kamu cari yang bloon, lola, manja, tapi sabar. Aku maju paling depan.
-Rembulan Aldera-
***
Tepat setelah Bulan selesai merapikan buku-buku pelajarannya untuk besok, sebuah notif masuk pada ponsel Bulan. Bulan meraih ponselnya yang ada di meja belajar. Ada pesan whatsapp dari nomor yang tidak Bulan simpan. Bulan melihat nama dari pengirim pesan itu. Aksara.
Aksara Archernar : Tes
Rembulan Aldera : Kenapa, Aksara?
Aksara Archernar : Tes doang.
Aksara Archernar : Kali aja nomornya salah.
Rembulan Aldera : Bener kok, Aksara. Ini Bulan.
Rembulan Aldera : Bulan nggak mungkin salah kasih nomor Bulan.
Aksara Archernar : Bisa aja. Lo kan rada-rada.
Rembulan Aldera : Rada-rada apa?
Aksara Archernar : Bloon.
Rembulan Aldera : Aksara jahat banget sih.
Aksara Archernar : Nggak tidur?
Rembulan Aldera : Iya Bulan mau tidur.
Rembulan Aldera : Dadah, Aksara.
Aksara Archernar : Ya.
Bulan menutup ponselnya dan meletakkan di nakasnya. Bulan tersenyum. Sedetik kemudian Bulan mengambil bantalnya, menutup wajahnya dengan itu. Bulan berguling, mesem-mesem sendiri karena pesan Aksara. Meski singkat, Bulan merasa ada yang berbeda ketika Aksara yang mengirim pesan.
***
Aksara dan Jenny diberi waktu dua jam untuk menyelesaikan soal latihan olimpiade. Mereka tampak serius dengan masing-masing soal yang ada di tangannya. Pak Bhari yang merupakan pembina olimpiade mendapat telepon sehingga di ruang olimpiade hanya tersisa Aksara dan Jenny.
"Aksa."
Aksara menoleh lalu kembali pada soalnya. "Apa?"
"Dua minggu lagi."
"Iya." Aksara menyetujui. Dua minggu lagi ajang olimpiade akan dimulai. Kali ini olimpiade diselenggarakan di Yogyakarta. Dua hari sebelum olimpiade mereka sudah harus pergi ke sana.
"Tahun ini ke Yogya. Kira-kira kapan ya giliran Jakarta?" Jenny bertanya.
"Mungkin tahun depan." Aksara menebak. Aksara selesai mengerjakan soalnya. Ia melihat Jenny yang sepertinya belum selesai.
"Ada yang nggak bisa?" tanya Aksara.
"Yang ini. Dari dulu gue nggak bisa modelan soal ini." Jenny menunjukannya pada Aksara.
Aksara menarik bangkunya mendekat. Lengan kirinya berada di sandaran kursi Jenny, sedangkan lengan kanannya mengambil bolpoin dan menuliskan cara penyelesaian di atas sebuah kertas. Jenny melirik Aksara sebentar. Jenny berusaha menstabilkan dirinya yang salah tingkah karena Aksara sangat dekat.
Jenny sering menghabiskan waktunya dengan Aksara sepulang sekolah. Mereka belajar bersama di perpustakaan. Setelah itu barulah Aksara nongkrong di Warma. Terkadang Jenny juga suka datang ke rumah Aksara untuk belajar bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA (PRE-ORDER)
Storie d'amore[PEMESANAN NOVEL BISA MELALUI SHOPEE ANDROBOOKS] Rembulan Aldera. Bernasib sial karena harus berurusan dengan ketua geng sekolahnya, Aksara Archernar. Karena kesalahannya melempar Aksara dengan sepatu, membuatnya harus menanggung malu akibat perbuat...
