Terkadang emosi dapat mengacaukan segalanya.
***
Aksara menggeram. Ia mendapat kabar dari Vian bahwa anggota Zevalko yang kemarin ditabrak oleh Andre tidak meninggal. Dia hanya pingsan. Malam itu jalanan memang sepi dan gelap. Andre yang ingin berjalan pulang sehabis dari panti jompo tak melihat ada salah satu anak Zevalko yang memberhentikan motornya di tengah jalan. Ada anggota Zevalko lainnya di sana. Mereka memeriksa keadaan anak itu dan mengatakan ia meninggal. Karena sangking paniknya, Andre tidak mengecek kebenaran. Ia langsung menelepon Aksara.
Aksara memukul meja kencang, membuat seisi ruangan terkejut. Zevalko telah mempermainkannya. Detik itu juga, sebuah perintah tegas diturunkan pada Ray. "Kumpulin semua anak-anak. Rencana pembalasan dimajuin sekarang. Lima menit gak siap, lo semua gue hukum."
Vian, Doel, dan Figo membantu Ray menghubungi anggota lainnya. Sementara Kevin dan Horas menyiapkan pasukan yang ada di Warma. Memastikan strategi penyerangan berjalan dengan baik.
Lima menit berlalu, seluruh pasukan telah siap. Aksara mengikat bandana merah yang menjadi ciri khas dirinya ke kepalanya. Aksara naik ke motornya. Ia melirik pasukan di belakangnya. Setelah itu, perintah jalan dikeluarkan.
Aksara memimpin pasukannya menuju markas Zevalko. Lihat saja Zevalko kali ini, Aksara takkan melepaskannya. Terutama si ketua Zevalko sialan itu. Dia telah memfitnah Andre dan juga mematahkan lengannya. Aksara akan membalasnya berkali-kali lipat.
Sesampainya mereka di markas Zevalko, anggota-anggota yang ada di luar terlihat terkejut. Beberapa dari mereka ada yang berlari masuk untuk memberi tahu ketuanya. Sementara yang lain menghalang Aksara dan pasukannya masuk.
"Minggir lo!" seru Aksara.
"Ngapain kali--"
"Ras, urus," titah Aksara. Dia tak punya waktu melayani cecunguk itu.
"Siap, bos." Horas dengan beberapa pasukan lain melawan mereka yang menghalangi Aksara.
Aksara menendang pintu masuk. Wajah kaget terpampang jelas di setiap mimik lawan. Aksara menemukan Jason tengah menatapnya remeh. Ia sudah dengar laporan dari anak buahnya beberapa detik lalu.
"Berani banget lo nginjek markas gue," ucap Jason.
Aksara berdecih. "Sejak kapan gue pernah takut?"
Aksara maju, tanpa aba-aba meninju wajah Jason keras. "Maksud lo apa bilang anak yang ditabrak Andre mati? Lo mau bohongin kita semua?"
Jason mengangkat sebelah alisnya. "Oh udah tau?"
"Bangsat!" Aksara mencengkram kerah Jason. Ia menariknya kuat-kuat. "Ternyata Zevalko gak lebih dari geng sampah."
Jason menepis kasar tangan Aksara. Wajahnya memerah, seperti tersinggung dengan ucapan Aksara. Aksara terkekeh kecil. Mudah juga membuat laki-laki itu tersulut. Hanya mengatakan sebuah kebenaran, bisa membangkitkan kemarahannya.
"Maju." Jason menyuruh pasukannya maju. Pertarungan antara Quarlesi dan Zevalko terjadi. Jika dikaitan dengan jumlah, tentunya ya pasti Quarlesi kalah. Tetapi untuk kekuatan, tidak ada kata kalah di sejarah Quarlesi.
Aksara menghajar Jason. Ia menangkis segala serangan Jason, lalu memberi balasan untuk seragannya. Aksara menyikut wajah Jason hingga mengalir darah dari hidungnya. Aksara menjatuhkan Jason. Ia menduduki tubuh laki-laki itu sambil mengebelakangkan kedua tangan Jason ke punggungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA (PRE-ORDER)
Romans[PEMESANAN NOVEL BISA MELALUI SHOPEE ANDROBOOKS] Rembulan Aldera. Bernasib sial karena harus berurusan dengan ketua geng sekolahnya, Aksara Archernar. Karena kesalahannya melempar Aksara dengan sepatu, membuatnya harus menanggung malu akibat perbuat...
