Apapun yang udah jadi milik gue, akan tetap jadi milik gue. Termasuk lo, Rembulan.
-Aksara Archernar-
***
Kaki Bulan berhenti melangkah di ambang pintu ketika Gio mendadak masuk ke kelasnya. Bulan menyapa laki-laki itu sebelum akhirnya melewatinya untuk keluar dan menyusul teman-temannya yang sudah turun duluan sepuluh menit lalu. Namun setelah dua langkah Bulan berjalan, tangannya tertahan oleh Gio.
"Lan, masuk bentar. Gue pengen ngomong," ucap Gio.
"Mau ngomong apa, Gio?" tanya Bulan.
"Masuk dulu."
Bulan mengikuti Gio yang mengajaknya masuk. Mereka duduk di tempat Bulan. Kelas IPS 5 ini tak berpenghuni lagi selain mereka berdua.
"Ada apa, Gio?" tanya Bulan.
"Hmm...a-anu, Lan. G-gue pengen ngomong sesuatu sama lo."
"Gio mau ngomong apa?"
Gio berdeham. Ia tersenyum kikuk pada Bulan. Jantung berdebar melihat manik gadis yang disukainya. Gio menarik napasnya dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Laki-laki itu sangat gugup saat ini. Ia bingung bagaimana cara memulai pembicaraan.
"A-anu..., Bulan."
"Iya, Gio? Kenapa?"
"G-gue suka sama lo, Lan."
Kening Bulan terlipat sejadi-jadinya. "Maksudnya Gio apa?"
"Iya itu maksud gue, Lan. Gue s-suka sama lo."
Bulan menatap Gio tak percaya. Sedetik kemudian, ia mengangguk-anggukan kepala seraya membentuk huruf O pada mulutnya. "Ohh... gitu... Bulan tau, Gio lagi latihan nembak cewek ya?"
"Udah bagus kok, Gio. Semangat ya, Gio." Bulan mengepalkan tangan kanannya lalu mengangkat ke atas. "Semangat Gio! Semoga diterima."
Bulan berdiri. "Iya udah, Gio. Bulan pulang dulu ya. Dadah, Gio."
"Ehh t-tunggu, Lan." Gio menahan tangan Bulan.
"Ada apa lagi, Gio?" tanya Bulan.
Gio berdiri. Ia meraih kedua tangan Bulan dan membungkusnya erat. Bulan menunduk melihat tangannya di bawah. Bulan melempar pandangan bingung pada Gio lalu menarik kembali tangannya.
"Kenapa, Gio?"
"Lan..." Gio maju ke depan Bulan. Ia memegang kedua pundak gadis itu. Gio menatap Bulan lekat. Ia menstabilkan dirinya dari rasa gugup yang mengerogoti tubuhnya.
"Lan, gue suka sama lo, Lan. Lo mau gak jadi pacar gue?"
Bulan tercengang. Benar-benar mematung akibat pernyataan Gio. "Hah? G-gio ngomong apa sih? Bulan kan udah punya pacar, Gio."
"Gue tau, Lan. Tapi gue janji sama lo, gue akan bahagiain lo jauh lebih dari apa yang Aksara lakuin. Gue akan perlakuin lo jauh lebih baik dari Aksara. Gue gak akan buat lo sakit hati karena cewek lain," ucap Gio tulus.
"Jadi, Lan. Apa jawaban lo?"
Bulan diam, tak tahu harus bereaksi apa. Satu sisi ia tak mau menerima Gio karena bukan Gio yang ada di hatinya. Namun satu sisi lainnya ia tidak tahu bagaimana cara menolak Gio. Gio selama ini sangat baik padanya. Bulan tak mau mengecewakan laki-laki ini.
"Lan, lo mau kan?"
"Gio...Bulan bingung, Bulan gak tau mau jawab gimana," lirih Bulan. Ia menghindari tatapan mata laki-laki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA (PRE-ORDER)
Romansa[PEMESANAN NOVEL BISA MELALUI SHOPEE ANDROBOOKS] Rembulan Aldera. Bernasib sial karena harus berurusan dengan ketua geng sekolahnya, Aksara Archernar. Karena kesalahannya melempar Aksara dengan sepatu, membuatnya harus menanggung malu akibat perbuat...
