Vote part sebelum nya ya<3
●●
Uhuk.. Uhuk..
Akkhh..
Perempuan berdarah Asia baru saja terbangun dari masa tidur panjang nya selama 2 hari setelah tergores nya nadi yang hampir putus.
Ava merasakan sakit di lehernya ketika ia bangun dengan terbatuk.
"Ava, kamu udah sadar?" Scarviu yang sudah merubah ke bentuk awalnya kini menghampiri Ava.
"Aku haus," Scarviu langsung mengambil gelas yang ada di nakas dan mengisinya dengan air bening lalu membantu Ava untuk meminum nya.
"Aku udah berapa lama disini?"
"Sekitar 2 hari. Banyak darah yang keluar dari tubuh Ava dan golongan darah Ava sangat susah dicari pendonoran nya." Ava tertegun. Ternyata pemikiran nya untuk bunuh diri merepotkan Scarviu.
"Maaf kalau-"
"Ava istirahat, aku akan kembali setelah Ava bangun." Scarviu menaikan selimut sampai dada Ava.
"Terimaka-" Belum ia selesai berbicara, Scarviu sudah hilang. Scarviu sering begini, kalau kalau Ava merasa merepotkan Scarviu maka Scarviu langsung mencari obrolan lain atau akan langsung menghilang.
Ava menghela nafas kemudian kembali membaringkan tubuh nya, menatap langit langit kamar nya yang berwarna biru lembut.
"Papa Mama gimana respon nya, ya?" Ava mencoba mengingat ingat namun kosong. Ia tak ingat apa apa setelah menggores nadi nya.
Diluar kamar, ramai sekali para robot berkumpul. Scarviu, Graciel, Nezellan, dan robot lain nya yang terlihat segar karena saling merawat diri.
"Ava sudah sadar dan ingin istirahat lagi. Hari ini tolong jangan ganggu dia dulu," perintah Scarviu dihormati semua nya.
"Apa Ava tidak merasakan sakit nya saat menggores nadi?" tanya salah satu dari mereka membuat yang lain menoleh.
"Kurasa kalau Ava menggores nya dengan gerakan cepat itu tak terasa begitu sakit," jawab Graciel menyandarkan tubuh nya di dinding. Semua mengangguk membenarkan.
"Yasudah, kembali kegiatan masing masing!" dan setelah itu semua bubar menyisakan Scarviu dan Graciel didepan pintu kamar Ava.
"Aku akan pergi sekolah bersama Ava," Graciel menoleh mengangkat alis nya.
"Bukan kah memang sudah biasanya kau ikut Ava, kan?" Scarviu mengangguk namun kembali berbicara.
"Maksud ku, aku akan bersekolah di tempat Ava dengan wujud manusia." Graciel menerjap mencoba mencerna perkataan Scarviu.
"Jadi maksud mu, kau mendaftar menjadi siswa baru. Begitu?" Scarviu mengangguk namun kemudian mundur takut takut melihat Graciel memasang wajah memohon yang emm... Sedikit berlebihan.
"Boleh aku ikut sekolah?" Scarviu mengangkat alis besi nya.
"Tanya saja pada Ava," Setelah itu Scarviu turun ke pantai dasar. Sebelum benar benar sampai bawah, ia menoleh ke atas melihat Graciel yang hendak membuka pintu kamar Ava.
"Tanya nya nanti saja!" Graciel yang tertangkap basah hanya cengengesan.
●●●●
Ava meregangkan otot otot tubuh nya kemudian bangkit dari duduk nya menuju pintu kamar.
Tersentak mendapati adanya Graciel yang tengah menghitung jari jari nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
أدب المراهقين[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)