Vote part sebelum nya:)
°°°°
Pagi yang mendung ini sudah diramaikan dengan kedatangan dua murid baru yang akan terkenal mungkin sampai ke sekolah lain. Dua lelaki ini diterima tentu karena adanya uang. You know all about money!
Ava memasang senyum nya selama melangkah di koridor dengan adanya ia di tengah tengah antara Scarviu yang akan di panggil Arvi dan Graciel yang memiliki panggilan El jika disekolah.
Ava masuk kedalam kelas nya diikuti kedua lelaki tersebut dibelakang nya. Ya, Scarviu dan El sekelas dengan Ava. Tentu dengan hal itu, kelas Ava kini bersorak ramai karena memiliki penyemangat untuk sekolah.
"Kalian disitu aja kosong," Ava menunjuk dua kursi dan satu meja panjang yang kosong tepat di belakang tempat duduk nya. Kedua nya mengangguk dan duduk. Baru duduk saja mereka langsung dikerumuni.
"Minta id line nya dong,"
"Udah punya pacar belum?"
"Pindahan dari sekolah mana?"
Ava jengah mendengar pertanyaan yang merepotkan bagi Ava. Ava duduk di kursi nya dan langsung ditatap ke tiga teman nya.
"Gak pengap itu abang sama cowok lo di serbu gitu?" Ava mengangkat bahu nya malas membalas pertanyaan Cia kemudian memainkan handphone nya.
"Kok gue yang gerah, ya?" Ratu mengipas ngipas wajah nya dengan buku tulis.
"Udah, sih, biarin aja. Anterin gue ke perpus, yok. Gue mau pinjam buku kimia." Ava berdiri keluar dari meja namun tak ada yang mengikuti.
"Makin gerah gue liat buku di perpus,"
"Yok, sama gue aja." Cia berdiri dan menghampiri Ava.
Melangkah bersama melewati koridor yang ramai karena jam mengajar masih 10 menit lagi. Ava merasa ada yang mengikuti nya, namun ternyata bukan hanya Ava yang merasakan nya tapi Cia juga merasakan.
"Ngerasa gak?" Ava mengangguk.
"Nengok bareng, yuk?" Ava mengangguk lagi kemudian dalam hitungan ke tiga mereka berdua menoleh bersama dan terkejut dengan adanya Graciel bersama Scarviu yang tengah tebar pesona, mungkin itu hanya Graciel saja.
"Ngagetin, ih!" sewot Ava.
"Mau ikut, mau kenalan sama sekolah baru." ucap Graciel, Ava hanya menghela nafas saja.
"Yaudah, ayo." Ava melanjutkan langkah nya.
Selama perjalanan menuju perpustakaan yang ada di dekat ruang guru, Cia dan Ava selalu mengobrolkan hal yang random. Entah itu tentang sapi kurban, film yang terbaru dan sampai episode terakhir dari drama korea penguras emosi.
Sampai di dalam perpustakaan yang sunyi, Ava melangkah mencari buku yang akan ia pinjam diikuti ketiga nya.
"Yah, tinggi. Viu tolong dong." Scarviu mendekat dan meraih buku yang di tunjuk Ava yang tanpa sadar hampir menghimpit tubuh kecil Ava.
"Ekhem. Keselek biji anu." Cia berdeham dan langsung membuat Ava dan Scarviu berjauhan. Scarviu memberikan buku yang Ava tunjuk pada Ava dan bersikap normal kembali.
"Anu anu! Sini poles otak dulu." Ava mengacak rambut Cia yang dibalas desisan kesal dari pemilik rambut. Di meja yang tak jauh dari mereka, sepasang mata menatap tak suka pada kedekatan yang disaksikan nya.
°°°°
"Hai, cantik. Id line nya dong." Ava terkejut ketika tiba tiba saja lelaki yang memiliki beberapa lubang tindik ditelinga tersebut muncul dari balik dinding.
Ava menghela nafas kemudian tak menghiraukan Rafa.
Rafa yang tak dapat respon pun mengikuti Ava.
"Tadi gue liat cowok lo lagi berduaan sama cewek," Ava tetap tak menghiraukan karena ia tahu Rafa berbohong. Scarviu setia pada Ava dan tadi juga Scarviu masih di dalam kelas.
"Berenti dulu, kek. Capek gue ngikutin lo." Ava berhenti kemudian melirik kearah Rafa.
"Gue juga gak minta diikutin." setelah itu kembali melangkah meninggalkan Rafa yang berkacak pinggang.
"Belom aja gue bikin jatuh cinta!" Ava tak peduli, kaki nya terus melangkah kearah kelas nya.
Scarviu langsung menatapnya ketika ia baru memasuki kelas.
"Ava, dari mana?" Scarviu bangkit dan duduk kembali di samping tempat duduk Ava.
"Ruang OSIS, ngasih formulir pendaftaran." Scarviu memiringkan kepalanya menatap Ava.
"Formulir apa?"
"Ava mau ikut program belajar cepat luar kota." Scarviu mengangguk anggukan kepala lalu kembali menatap Ava.
"Aku ikut," Ava mengangguk. Kemana pun Ava pergi, Scarviu memang akan selalu disisi nya. Kecuali kamar mandi.
"Ekhem. Ikut ngobrol, dong." Graciel yang baru datang duduk didepan Ava dengan menghadap Ava.
"Ava, apa gak apa apa aku bicara tidak format?" Bisik Graciel sembari menumpu kepala dengan kedua tangan nya membuat nya terlihat menggemaskan.
"Gak apa, Ava lebih suka kita bicara kayak temen bukan kayak sama atasan." jelas Ava menatap Scarviu dan Graciel.
Tring.. Tring..
Bukan notifikasi dari ponsel, itu suara melemahnya batrai salah satu lelaki yang ada di dekat Ava.
"Low battery," Scarviu menunjukkan dada kanan nya yang memperlihatkan presentasi batrai yang tersisa 2 batang saja.
"Charger di UKS, Ava anter." Ava dan kedua laki laki tersebut terdiri dan keluar dari kelas dan sangat pas berpapasan dengan ketiga teman Ava yang baru kembali dari kantin.
"Eh, mau kemana?" Tanya Ratu menghentikan Ava.
"Perpustakaan, ikut?" ketiga nya langsung menggeleng dan memilih masuk kedalam kelas. Ava terkekeh kemudian menunduk merasa berdosa karena kembali berbohong.
Sampai di UKS yang sepi, Scarviu langsung ditarik Ava menuju brankar pojok yang menyediakan tempat untuk mengisi ulang batrai ponsel.
"Kamu gak nge-charge semalam?" Scarviu menggeleng membuat Ava menghela nafas.
"Bukanya Ava udah nyuruh, ya? Kenapa gak dilakuin?" Tanya Ava sembari menghubungkan jari tengah Scarviu pada alat yang dibawa Scarviu yang biasa digunakan untuk mengisi ulang.
"Graciel memintaku mengurus semua keperluan sekolah nya." Ava langsung menatap Graciel dengan melotot, yang di tatap hanya memberi cengiran lebar.
"Aku gak tau apa aja yang harus disiapin." Graciel menggaruk tengkuk nya. Ava memejamkan mata untuk menetralkan kekesalan nya.
"Lain kali, kamu minta bantuan Ava aja, ya? Pasti Ava bantu." Graciel mengangguk kemudian merebahkan tubuh di brankar yang bersebrangan dengan Scarviu.
"Makasih, Ava. Aku seneng bisa sekolah disini, aku langsung disambut baik sama yang lain. Makasih." Ava tersenyum menatap Graciel yang juga menatap nya.
"Va, tawaran beberapa tahun lalu masih berlaku, kok. Mau gak jadi pacar aku?" Ava memutar bola matanya malas jika Graciel sudah mode bertingkah.
"Ava milik Scarviu."
Hening.
Suasana setelah Scarviu berkata tiga kata dalam satu kalimat adalah hening.
°°°°
Vote untuk menghargai karya:')
Semangat puasa hari ini-!!❤
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Fiksi Remaja[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)