Sorry, i love you.
-Stray Kids-
Seisi mansion bersorak bahagia mendengar keputusan Ava yang sangat tiba tiba.
Ava akan melanjutkan pengobatan tanpa dirawat. Ia ingin menyelesaikan sekolah sembari mengurangi penyakitnya yang mungkin saja sudah akan di stadium akhir.
"Kita senang mendengarnya."
Ava tersenyum.
Ia harus kuat untuk bertahan meski hanya beberapa bulan saja.
Ia harus bertahan demi Rafa.
Ya, ia akan mengatakan perasaannya yang sudah 100% jatuh pada Rafa.
Selamat.
•••
Ponsel Ava bergetar dibawah bantalnya.
Tangan kanannya yang terpasang infus berusaha mengambil benda yang bergetar tersebut.
Nama Rafa tertera ditambah senyum nya yang merekah.
Ava menetralkan suaranya kemudian menggeser tombol hijau.
"Halo, honey!" Ava mengulum bibirnya, malu.
"Iya, halo. Kenapa?"
"Lagi apa? Sibuk gak? Jalan, yuk?" Ava menggeleng mendengar pertanyaan dari Rafa yang begitu banyak.
"Lagi tiduran, gak sibuk, sih, tapi gak bisa jalan sekarang." Jawab nya sembari melihat ke cairan infus.
"Yaudah, aku kesana, ya? Mau dibawain apa?" Ava terbelalak. Saat ini tak bisa.
"Em... Jangan sekarang, yaa. Nanti malam aja, mau?" Karena kalau malam ia sudah selesai pengobatan harian.
Tak terdengar suara dari seberang sana. Sepertinya Rafa tengah menimang nimang.
"Oke deh. Jangan telat makan ya, cantik. Dadahhh, cantiknya aku." Terputus nya telepon tak menurunkan senyum Ava. Ava sangat diperlakukan bagai Ratu nya sebuah kerajaan oleh Rafa.
Di pintu, Scarviu melihat semuanya. Sedari tadi ia hanya berdiri dipintu sembari memperhatikan Ava. Ia senang kalau Ava senang.
Melihat Ava yang menoleh menatapnya, Scarviu melangkah mendekati Ava.
"Boleh 'kan?" Ava langsung bertanya karena Ava tahu Scarviu dengar semua.
"Boleh, asal gak boleh lemah." Ava memberikan ibu jari pada Scarviu sembari tersenyum hingga matanya menyipit.
Scarviu mengusap kepala Ava dengan sangat pelan.
"Viu liatin perkembangan perusahaan Angeline, saham nya naik pesat semenjak ditangan Langit." Ava semakin tersenyum mendengarnya. Ia tak salah memberi perusahaan tersebut pada Langit. Sangat diluar ekspetasi.
"Ava mau makan apa siang ini?"
"Mau yang bahan utama nya ayam."
"Oke,"
•••••••
Tangan Ava dengan lembut membelai rambut hitam Rafa yang ada di paha nya. Rafa tengah tiduran di paha Ava.
"Aku lupa, Mama tadi nitipin kue coklat buat kamu." Ucap Rafa sembari mengambil tangan Ava yang tadi tengah membelai rambutnya. Dimainkan jari jari kecil Ava dengan gemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Teen Fiction[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)