And tell me that you want me but it's complicated
-Hurts so good-
the song is on mulmed
______________ლლლ_______________
Ava termenung dengan pandangan kosong ke arah jendela dari kursi nya, padahal Ratu dan Viva sedang berusaha mengajak nya mengobrol banyak hal. Namun sepertinya Ava lebih menikmati pikiran nya.
"Mending kita ke kantin," Usul Viva yang menatap Ava dengan cemas. Dua hari lalu setelah selesai nya pemakaman Cia --yang benar benar mengecewakan Ava karena kedua orang tua Cia tak ada yang datang-- Ava jadi jarang berbicara pada mereka. Jika ditanya hanya mengangguk atau menggeleng. Itu sudah terjadi sejak 2 hari lalu.
"Ava," Ava tersentak kaget kemudian menatap Viva dan Ratu yang tengah menatapnya dengan khawatir dan sedih.
"Kenapa?"
"Kata Arvi, lo belom sempet sarapan. Ayo ke kantin," Ava menggeleng dengan senyuman nya.
"Kalian aja, gue mau ke perpustakaan sama Cia,"
Deg.
Ava memegang dadanya yang tiba tiba saja terasa sakit. Bahkan Viva dan Ratu sudah ingin menangis.
"Va," dengan mata berkaca kaca, Ava menoleh dan terkejut ternyata hampir satu kelas menatapnya dengan sedih.
"Ayo ke kantin," Ava berdiri dan melangkah duluan. Meninggalkan kelas yang seisinya menatap Ava dengan pandangan sedih.
Scarviu saja sampai merasakan bagaimana sedih nya Ava. Sejak dua hari, Ava juga tak banyak bicara pada Scarviu ataupun pada robot robot di mansion. Scarviu juga sangat khawatir saat Ava jadi sering melewatkan makan malam dan juga sarapan. Setiap pagi, mata Ava terlihat sembab serta lingkaran hitam terlihat. Mungkin karena Ava bisa make up, jadi disekolah tak terlihat se menyedihkan apa dirinya itu.
Selain make up, Ava juga sudah biasa memasang topeng. Ava ahli dibagian itu.
"Ava... Berbeda." Scarviu menoleh menatap Graciel yang sudah lesu. Graciel yang biasanya ceria juga menjadi redup karena Ava tak lagi mengobrol banyak dengan nya. Graciel menyayangkan hal itu.
"Secepatnya Ava kembali." Graciel mengangguk.
°•°•°•°•°•°
"Hai, gue turut berduka cita atas meninggalnya Cia. Cia juga gak suka liat lo yang sok sok an keliatan menyedihkan." Rafa melipat tangannya didepan dada.
"Ya, makasih." Ava melanjutkan langkah nya menuju kantin namun kembali terhenti.
"Cepet ceria lagi ya biar bisa gue ajak kerumah lagi dan kita bisa main bareng lagi. Mama nanyain lo terus." ternyata ada maksud dari kata tersebut. Ava memejamkan matanya kemudian membukanya lagi. Tanpa menjawab, Ava pergi meninggalkan Rafa.
"Ending kalian pasti rumit." Rafa menoleh mendapati Karin yang mendekati nya dengan wajah menyebalkan.
"Maksud lo?"
"Gue gak akan ngebiarin lo jatuh cinta sama Ava. Ava punya gue." Rafa memutar bola matanya malas. Siapa juga yang akan jatuh cinta dengan Ava?
"Ngebadut lo?" Rafa pun meninggalkan Karin yang tersenyum miring. Entahlah, Rafa merasakan rasa dingin saat bercengkrama dengan Karin.
°•°•°•°•°
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Novela Juvenil[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)