9. Ava Birthday

334 51 1
                                        

Vote part sebelum nya<3
Terimakasih.

°°°

Ctak.

"Awhh," Ava mengelus kepala nya yang terasa sakit setelah ia rasa dijatuhkan sesuatu.

Mendongakan kepala menemukan tiga laki laki otak setengah di lantai dua yang memegang plastik es yang hanya berisi es baru.

"Maaf ya, sengaja," ucap Rafa melambaikan tangan nya pada Ava yang hanya dibalas delikan tajam.

Ava baru akan kembali melangkah namun terhenti karena panggilan Rafa.

"Nanti malem siap siap, ketemu di Latevan cafe. Gak terima penolakan ya, cantik." setelah mengatakan hal tersebut, Rafa dan  curut curut nya pergi. Ava tak peduli, nanti malam ia ada jadwal menonton drakor.

Ava melanjutkan langkahnya menghampiri teman teman nya yang berdiri di tempat parkir.

"Diapain lagi lo sama Rafa?" tanya Viva yang tadi melihat nya dari jauh.

"Sakit kepala gue dilempar es batu," Bibir bawah nya dimajukan sembari mengusap kepala nya yang masih terasa sakit. Viva menggantikan tangan Ava untuk mengusap.

"Dah, yuk balik. Lo sama mereka, kan?" Cia menunjuk dua laki laki yang melangkah mendekati mereka, bukan mereka, Ava saja.

Ava mengangguk kemudian teman teman nya berbalik dan pamit pulang.

"Ayo pulang," ajak Scarviu memasuki mobil bagian kemudi dan disusul yang lain.

"Kamu gak pengen sesuatu?" tanya Scarviu tanpa menatap Ava. Gaya bicara Scarviu berubah karena keinginan Ava.

"Pengen pulang." lelah, Ava sangat ingin bertemu dengan ranjang nya.
Merebahkan tubuh nya di kursi belakang yang bisa dijadikan tempat untuk tiduran karena sendirian. Graciel didepan.

"Graciel, kamu yang mengemudi." dengan sangat santai, Scarviu berpindah tempat menjadi dibelakang, disamping Ava. Ava menjadikan paha Scarviu menjadi bantalan nya. Sedangkan Graciel sudah mengemudi.

"Kalian beneran kayak pacaran, aku iri." Ava menatap Graciel yang menatap lurus kedepan.

"Tapi boong, yahaha." Wajah jenaka Graciel membuat Ava hanya mendengus kemudian memejamkan mata saking lelah nya.

Scarviu mengelus bahu dan rambut Ava dengan penuh perasaan. Ava menyayangi Scarviu dan begitupun sebaliknya.

***

18:21

Ava baru membuka mata nya, indera penglihatan nya menangkap langit langit kamar nya.

Meregangkan otot otot nya kemudian bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Cklek.

Ava memasuki kamar mandi dan Scarviu memasuki kamar Ava dengan sangat kebetulan.

Melihat pintu kamar mandi yang baru ditutup, Scarviu melangkah mendekati lemari Ava untuk menyiapkan pakaian, kecuali yang dalaman.

Scarviu cenderung memiliki wajah yang datar namun berperilaku hangat, pendiam namun banyak memberi perhatian.

Beberapa saat kemudian, Ava keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang hanya menutupi sampai paha nya saja. Mata nya membulat melihat Scarviu yang tengah melakukan pose tampan padahal sebenarnya hanya duduk diam dengan kaki kanan menumpu kaki kiri.

"Viu, jangan lihat." Scarviu langsung menutup mata hijau nya dan menunduk.

Ava tahu, Scarviu akan selalu menuruti nya. Karena itu ia segera mengambil dan memakai pakaian yang disiapkan Scarviu. Hanya mini dress yang terlihat menggemaskan jika dipakai Ava.

All Secrets [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang