Yakin bisa bersama terus? Kan segender.
••••
Setelah kerumah Langit, Ava akan mengunjungi rumah Ratu. Ava punya solusi untuk masalah Ratu.
Sesampainya dirumah Ratu, Ava meminta Scarviu untuk tetap didalam mobil sembari mengurus berkas tadi dan Scarviu hanya mengangguk patuh.
Tok... Tok...
Diketuknya pintu rumah besar tersebut dan tak lama kemudian terbuka lah pintu tersebut dengan menampakkan perempuan yang umurnya berkisaran 35-40 tahunan.
"Eh, Non Ava tumben banget," Ava tersenyum ramah menyambut perkataan tersebut.
"Bi, Ratu nya ada?"
"Ada dikamar nya, Non." Ava mengangguk lalu dipersilahkan masuk.
Rumah Ratu terasa sepi karena kedua orang tua serta Kakak laki laki nya Ratu sedang tak dirumah.
"Aku ke kamar Ratu ya, Bi." pamitnya diangguki Bibi asisten rumah tangga disini.
Ava melangkah menuju kamar Ratu. Tanpa mengetuk, Ava langsung masuk.
Ratu yang tengah bermain ponsel diatas ranjang sampai terkejut.
"ANAK SETAN! Gue kira tadi abang gue!" Ava terkekeh mendengarnya. Segitu takutnya Ratu dengan Abang nya itu.
"Gue kangen banget sama lo, Ratu." Ava berlari lalu melompat ke atas Ranjang untuk menubruk Ratu.
Ratu yang mendapat serangan tiba tiba pun tak dapat menghindar.
"Lo kenapa, dah?" Tanya Ratu penasaran karena Ava tak biasanya seperti ini.
Padahal yang sebenarnya adalah, Ava tengah memasang perekam suara di belakang kepala ranjang Ratu.
Selesai memasangnya, Ava melepaskan pelukan nya sembari tersenyum lega.
"Gue haus, ambilin minum, dong." Ratu memutar bola matanya malas namun tetap bangun dan keluar dari kamar.
Ini kesempatan Ava untuk melancarkan aksinya.
Ava berdiri dan mendekati meja rias yang menghadap langsung kearah ranjang.
Mengeluarkan kamera sekecil permen mentos dan merekatkan dengan lem dipuncak cermin meja rias tersebut.
Setelah tertempel, Ava memeriksa dengan ponsel nya yang benar benar merekam dirinya.
Ceklek.
Pintu terbuka dan Ava bergerak biasa seperti tengah bercermin.
"Nih, minum lo." Ratu meletakkan satu gelas berisi air berwarna merah diatas meja rias.
"Makasih, Bunda Ratu." ucap Ava sembari menyengir lebar.
Ratu tak menjawab dan kembali ke atas ranjang. Hari minggu adalah hari yang di khususkan untuk rebahan.
Betul apa betul?
Setelah meminumnya sedikit, Ava mendekati Ratu.
"Gue mau ngomongin sesuatu sama lo."
Ratu teralihkan dari ponsel.
"Apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Dla nastolatków[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)