Yang salah bukan takdir, tapi cara kamu menjalani hidup kamu.
•••••••
Hari terus berjalan, jarum jam terus berdetak.
Sudah tiga hari dari saat Rafa membawa Ava ke danau dan sudah tiga hari Rafa dan Ava begitu lengket. Keduanya seperti tengah di mabuk asmara.
Rafa yang tak absen mengunjungi kelas Ava setiap istirahat dan Ava yang selalu sedia dikelas saat istirahat sebelum Rafa datang.
Di hari libur ini, Ava sudah rapih dengan dress selutut yang terlihat anggun dipakainya. Sore ini, Rafa mengajaknya keluar untuk sekedar mencari angin.
"Ava, Rafa udah nungguin dibawah." suara Graciel didepan pintu kamar nya mengalihkan atensinya terhadap cermin.
"Sebentar!" dengan cepat, Ava mengambil tas selempang kecilnya dan heelsnya.
Saat membuka pintu, terdapat Scarviu yang tengah menyipit melihat ke bawah.
"Viu kenapa?"
Scarviu mendongak menatap Ava dari atas sampai bawah.
"Ava hati hati, ya. Viu jagain dari rumah." pesan singkat nya selalu tertuju untuk Ava.
Ava tersenyum sambil mengangguk.
Ava menuruni anak tangga satu persatu dengan berhati hati.
Dilantai bawah, Rafa langsung melihat ke arah tangga saat mendengar ketukan heels.
Senyum nya terbit menyambut datangnya Ava.
"Cantik, kayak biasanya. Ayo," Rafa mengulurkan tangan dan Ava menerima dengan senang hati.
° • ° • ° • ° • °
"Emang kita mau kemana?" tanya Ava setelah Rafa melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan mansion.
Rafa tersenyum,
"Kamu mau nya kemana?"
"Taman, gimana?"
Rafa mengangguk dan melajukan mobilnya menuju tempat yang Ava bilang. Tangan kirinya bergerak untuk menggenggam tangan kanan Ava.
Ava tersentak sekejap setelah itu mengalihkan pandangan karena salah tingkah.
Sesampainya di taman yang cukup ramai, Rafa memarkirkan mobil nya dengan rapih.
Menggenggam tangan Ava dan melangkah bersama menyusuri taman yang diramaikan oleh anak anak kecil yang bermain.
"Tunggu disini," Rafa menuntun Ava untuk duduk di kursi taman dan meninggalkan Ava. Ava yang ditinggalkan hanya diam sembari menatap ke sekitar taman yang indah.
Bunga warna warni, pohon pohon dengan daun yang hijau begitu menyejukkan yang melihatnya.
Rafa kembali dengan kedua tangan nya memegang dua es krim cone.
"Makan selagi dingin," pesan Rafa sembari tersenyum memberikan satu es krim coklat kepada Ava.
Ava membuka pembungkus es krim, baru akan menjilat nya, matanya menangkap laki laki bejat yang familiar.
Mata Ava menyipit untuk melihat lebih jelas dan ternyata benar, manusia itu.
Ava berdiri lalu melangkah dengan cepat mendekati targetnya. Rafa yang menyadarinya terkejut dan mengejar Ava.
Buk.
Es krim utuh di tangan nya terlempar dan tepat mengenai wajah Dean. Ya, laki laki bejat perusak sahabatnya.
"Buat bajingan kayak lo. Tenyata bener, lo yang selingkuh dari sahabat gue. Semoga cepet mati." setelah sesuka hatinya Ava melempar es krim dan mengatakan hal pedas, Ava menarik Rafa pergi dari taman.
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Genç Kurgu[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)