Vote part sebelum nya😙
Semangat puasanya!!
ψψψψψψ
Hari ini Ava dipulangkan. Bukan dipulangkan, Ava meminta agar dirawat dirumah saja. Jadilah sekarang Ava duduk bersandar pada kepala ranjang dengan tangan kiri yang dipasang alat infus.
Ava kekurangan cairan dan telat makan, kesehatan nya menurun maka dari itu tetap diinfus.
Scarviu setia menemani Ava dikamar sembari mencatat materi yang tertinggal di buku Ava. Ava tadi menolak karena ia bisa sendiri tapi Scarviu tak mendengar perintah Ava.
"Ava haus," Scarviu berdiri dan menuangkan air pada gelas lalu memberikan nya pada Ava.
Ava tersenyum kecil kemudian meminum nya. Ia sebenarnya hanya bosan, Scarviu tak mengajak nya mengobrol karena terlalu fokus pada catatan dibuku Ava.
"Makasih," Scarviu mengambil kembali gelas yang sudah kosong lalu melanjutkan catatan nya. Ava menghela nafas sudah setengah jam Scarviu sibuk di depan laptop dan buku. Materi yang diberikan oleh Viva langsung Scarviu salin.
"Ava bosan," Scarviu menoleh.
"Mau keluar?" Ava berbinar kemudian mengangguk semangat. Dirinya bersiap untuk turun ranjang namun Scarviu menahan.
"Nanti sore aja, teman teman Ava udah dijalan mau kesini." Ava mengerucutkan bibir nya. Jalan jalan sebentar memang nya tak boleh?
Seolah tak mendengar, Ava berdiri dan membawa tiang infus menuju keluar kamar.
"Ava masih lemas, jangan terlalu capek jalan." Scarviu memejamkan mata nya untuk terus bersabar, ia berdiri dan menghampiri Ava yang hendak turun tangga.
Scarviu mengangkat Ava lalu turun kebawah dengan perlahan. Scarviu dengan tubuh robot nya menurunkan Ava diatas sofa lalu menatap Ava.
"Mau ke taman belakang," dengan tatapan memohon, Scarviu sudah luluh. Ia baru akan mengangkat Ava namun Ava berdiri duluan.
"Ava bisa jalan sendiri." Ava melangkah duluan meninggalkan Scarviu yang tengah bersabar.
Scarviu mengikuti Ava hingga tiba di dapur berpapasan dengan Graciel yang tengah merayu Nezellan.
"Graciel, kasian Nezellan tertekan." bibir Ava berkedut geli melihat Nezellan bergerak tak nyaman saat Graciel terang terangan menggoda Nezellan.
Graciel menoleh dan terkekeh.
"Nezellan cuma malu. Iya, kan?" Nezellan lantas menggeleng lalu melenggang pergi. Ava terbahak melihat Graciel ditolak juga secara terang terangan.
Mengusap air yang keluar dari sudut mata nya, Ava menghentikan tawa nya.
"Ava mau kemana?"
"Taman belakang. Jangan ikut, teman teman Ava mau kesini." Graciel mengangguk kemudian menatap Scarviu.
"Viu, kau ingin menyatakan perasaan mu sekarang?" Scarviu mendelik sebal tak menanggapi Graciel.
"Perasaan apa?" Ava menatap penasaran pada robot laki laki yang tinggi nya dua kali lipat dari tinggi Ava.
"Scarviu kemarin-"
"Bukan apa apa, jadi ke taman belakang?" Ava berdeham menghilangkan rasa penasaran nya terlebih dahulu lalu mengangguk.
Scarviu menatap Graciel dengan tatapan permusuhan sedangkan yang ditatap hanya tertawa.
ψψψψ
Ting tong...
Pintu terbuka menampakkan sosok perempuan cantik dengan gaun ungu selutut.
"Hei, silahkan masuk." sapaan dari Nezellan semakin menambah rasa kekaguman dari ketiga perempuan didepan pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Roman pour Adolescents[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)