11. Kejutan Yang Belum Selesai

280 46 2
                                        

Vote part sebelum nya
Semangat puasa nya-!

•••

"Gue seneng banget!!" Jayy menjerit antusias sebelum bercerita. Ketiga lelaki ini tengah melangkah bersama disepanjang koridor yang sudah sepi karena kegiatan belajar mengajar sudah mulai.

"Ngapa lo?"

"Kemarin gue sholat jum'at sebelahan sama orang yang gue suka, seneng banget anjrit." langkah ketiga nya berhenti. Rafa dan Azka melirik Jayy takut takut.

Azka tersadar sesuatu, matanya melotot seram.

"SEBELAH LO KEMAREN, KAN, GUE, SIALAN!" Azka merinding begitu pun Rafa.
Azka baru ingat kemarin sholat jum'at ia bersama Jayy dan Rafa. Jayy dipojok samping dinding, Azka disamping Jayy dan Rafa di samping Azka.

Azka dan Rafa saling senggol. Entah untuk apa.

"Eh, emang?" Jayy coba mengingat ingat sedangkan Azka dan Rafa sudah ancang ancang lari.

°°°

Ava terlihat lemas hari ini.
Mood nya buruk mungkin bawaan karena datang bulan.

"Ava, muka kamu pucat." Scarviu duduk didepan Ava yang tengah menunduk termenung entah memikirkan apa.

Ava mendongak menatap Scarviu.

"Beneran?" Scarviu mengangguk.

"Kenapa? Sakit?"

Ava menggeleng, perut nya sakit setiap datang bulan. Rasanya ia hanya ingin berbaring dirumah atau berendam didalam air hangat.

"Bulannya," Scarviu mengangguk mengerti.

"Sakit, ya? Aku beliin pereda nyeri, mau?" Ava menatap Scarviu lama. Ava rasa ini pertama kalinya Scarviu akan membelikannya pereda nyeri, karena biasanya ia beli sendiri.

"Nanti aja pulang sekolah."

"Tapi nanti makin sakit, gimana?" Ava tersenyum menanggapi pertanyaan Scarviu. Tangan kanannya terangkat mengusap surai legam milik Scarviu.

"Makasih udah perhatian, Ava udah biasa begini setiap dateng bulan." Scarviu berkedip kedip lucu menikmati usapan di atas kepala nya.

Brak.

"Umbar kemesraan didepan jomblo namanya sangat tidak berperikemanusiaan!" Cia menggebrak meja sebelum berucap.

"Ganggu banget, sumpah!" Viva duduk disamping Ava sambil bermain ponsel.

"Rame, nih. Ada apa?" Graciel yang jarang kelihatan karena punya teman sendiri kini bergabung.

"Kemana aja lo? Adik lo umbar kemesraan, bang." Ratu menatap bergantian pada Ava dan Scarviu.

"Iri? Sini sama El." Graciel merangkul lalu menarik Ratu hingga menempel padanya.
Ratu melotot, apa apaan ini?!
Tapi aneh nya Ratu terdiam sambil berkelana di pikiran nya.

'Rezeki jangan ditolak,'

Seseorang masuk kedalam kelas dan menghampiri meja Ava membuat yang berkumpul di meja Ava menoleh.

"Ava dipanggil Bu Sekar," Ava memiringkan kepala, tumben.

"Makasih, ya." Pembawa pesan pun pergi.

Ava bangkit membuat yang lain menoleh kearah Ava.

"Ada apa, Va?" Ava menaikan bahu nya tak tahu.

"Gue ke ruang Bu Sekar dulu," Ava pun melangkah keluar kelas untuk menuju ruang wali kelas nya.

All Secrets [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang