Vote part sebelum nya:*
●●
"AVAA!! RUMAH LO GEDE BANGET!!" Ava sampai menutup kuping mendengar teriakan Ratu.
"Berisik!" Ava menyambut teman teman nya dengan delikan tajam.
"Gila, utang cerita lo numpuk!" Viva menunjuk Ava dengan jari telunjuk nya.
Ava menghela nafas kemudian membawa teman teman nya menuju ruang tengah yang luas nya berkali lipat rumah orang tua Ava.
"Kak, tolong minum nya buat temen temen Ava." beberapa detik kemudian datang nya perempuan anggun berdress selutut berwarna merah marun.
Nezellan mengubah diri setelah diprogram oleh Ava beberapa menit lalu. Kini Nezellan akan berperan sebagai Kakak dari Ava.
"Diminum, ya." Nezellan tersenyum kemudian pergi menjauh dari ruang tengah.
"Gila! Nambah lagi utang lo!" Ava memutar bola matanya malas sembari menyeruput es jeruk yang dibuat Nezellan.
"Ava," semua menoleh ke arah suara. Ada Scarviu yang melangkah mendekati Ava.
"Kenapa?"
"Aku langsung pulang, ya?" kening Ava berkerut bingung. Ini kan rumah Scarviu, mau pulang kemana lagi memang nya?
Sebelum Ava menjawab, Scarviu mendekatkan wajah nya pada pipi Ava seolah tengah mencium pipi Ava.
"Aku bilang ke temen Ava, kalau kita pacaran." bisik Scarviu kemudian pamit kepada teman teman Ava yang membisu menyaksikan ke uwu an palsu.
Sedangkan Ava membulatkan matanya terkejut.
"Aaaa... Baperr.." Ratu berdramatis dengan memegang pipi nya sendiri.
"Sumpah ya Ava! Cepetan cerita!" tuntutan dari Viva yang tak sabar membuat Ava bercerita yang melenceng jauh dari alur cerita hidup nya.
"Yang kalian datengin tadi itu rumah lama gue yang udah dijual beberapa tahun lalu, gue tinggal disini sama kakak dan abang gue, ortu gue lagi perjalanan bisnis minggu ini ke Swedia." jelas nya penuh kebohongan. Hati nya sedikit tercubit ketika mengatakan kebohongan itu.
"Terus itu cowok lo?"
"Arvi, gue pacaran sama dia udah lama banget. Maaf kalau gak cerita." semua melongo mendengar nya. Ava ternyata juga tertutup pada sahabat nya sendiri.
"Gila sih! Tuh cowok matanya gak rabun, kan? Kok mau sama lo?" Ava memelototi Cia yang berbicara seperti itu. Memang nya Ava sejelek apa?!
"Kalau sama lo mah berarti buta." jawab Ava asal membuat Cia ditertawakan.
Viva memicing merasa aneh, kemudian mendekati Ava lalu yang membuat Ava terkejut adalah Viva menyingkap rambut Ava yang sengaja di urai untuk menutupi bekas luka 'itu'
"Ini apa?" tanya Viva dengan nada yang serius membuat Ava merinding. Ratu dan Cia pun terkejut ketika melihat bekas luka memanjang yang belum terlalu kering.
"I-itu.. Ah, itu, kemarin gue beres beres nih rumah, gak sengaja pas gue jongkok ada kawat tajem dipinggir meja gitu. Kena, deh." Jawab Ava mencoba mengalihkan mata ke arah lain, ia juga bergumam dalam hati nya karena memberi jawaban yang sangat tak masuk akan.
"Untuk sekarang gue anggap lo gak bohongin kita," Viva kembali duduk lalu meminum minuman yang di bawa Nezellan tadi.
"Oh, ya. Mana abang lo?" tanya Ratu semata mata hanya untuk mengalihkan percakapan yang sempat terjadi keheningan.
"Ada di kamar atas."
"Eh, lo pada ngapain kerumah gue?" tanya Ava sebelum mengunyah biskuit yang tadi dibawa bersama es jeruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
All Secrets [End]
Teen Fiction[Follow sebelum membaca] [Belum revisi] °°°°° Tempat mereka, para teman teman nya berkeluh kesah tentang kehidupan yang dijalani. Menjadi 'tempat sampah' teman teman nya, menjadi tempat untuk keluarnya air mata teman teman nya, pelukan hangat yang d...
![All Secrets [End]](https://img.wattpad.com/cover/265250727-64-k168816.jpg)